Apakah stevia aman untuk diabetes? Ini manfaat dan faktanya

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Stevia semakin populer sebagai alternatif pengganti gula, terutama di kalangan orang yang ingin mengurangi konsumsi gula atau menjaga kadar gula darah. Pemanis alami ini banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman karena memiliki rasa yang sangat manis, tetapi hampir tidak mengandung kalori.

Tak heran jika stevia sering disebut sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Bahkan, banyak penderita diabetes yang mulai beralih menggunakan stevia untuk mempermanis minuman atau makanan sehari-hari. Namun, apakah stevia benar-benar aman dan bermanfaat bagi penderita diabetes?

Apa itu stevia?

Stevia atau Stevia rebaudiana merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Bagian daunnya telah lama dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena mengandung senyawa aktif bernama steviol glycosides, terutama stevioside dan rebaudioside A.

Senyawa tersebut memiliki tingkat kemanisan sekitar 150 hingga 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir. Karena itu, penggunaan stevia hanya membutuhkan jumlah yang sangat sedikit untuk menghasilkan rasa manis yang sama.

Selain itu, ekstrak stevia hampir tidak mengandung kalori sehingga banyak digunakan sebagai pengganti gula bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan maupun penderita diabetes.

Baca juga: Gula pasir bukan satu-satunya, ini 6 pengganti alami yang lebih baik

Mengapa stevia dianggap baik untuk diabetes?

Stevia tidak mengandung gula seperti sukrosa yang terdapat pada gula pasir. Karena itu, pemanis ini tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah sebesar gula biasa ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa stevia berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah dan meningkatkan produksi hormon insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Namun, para peneliti menilai bukti ilmiah mengenai manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan agar hasilnya benar-benar dapat dipastikan.

Selain digunakan sebagai pemanis rendah kalori, beberapa studi juga melaporkan bahwa stevia memiliki kandungan senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa penelitian juga mengaitkan konsumsi stevia dengan potensi membantu mengendalikan kadar gula darah puasa maupun gula darah setelah makan, meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori, serta berpotensi membantu menjaga kesehatan hati dan ginjal yang sering mengalami gangguan akibat komplikasi diabetes.

Di samping itu, terdapat pula penelitian yang menunjukkan stevia dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, meski manfaat tersebut masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat.

Bukti ilmiah masih beragam

Meski berbagai penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, manfaat stevia bagi penderita diabetes ternyata belum sepenuhnya disepakati oleh para ahli.

Mengutip pernyataan dr. Meva Nareza T yang dilansir dari Alomedika.com:

"Stevia dan pemanis buatan lainnya tidak terbukti dapat memberikan manfaat untuk diabetes. Sebuah RCT membandingkan penggunaan stevia dengan gula sebagai kontrol. Hasilnya, HbA1c, gula darah puasa, atau profil lipid pada grup stevia tidak lebih baik daripada grup yang mengonsumsi gula."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang benar-benar kuat bahwa stevia mampu memperbaiki kontrol diabetes secara signifikan. Dengan kata lain, stevia lebih tepat dipandang sebagai alternatif pengganti gula untuk mengurangi asupan gula tambahan, bukan sebagai terapi untuk mengobati diabetes.

Baca juga: Sukralosa, pengganti gula yang meningkatkan rasa lapar

Tetap perlu menjaga pola makan

Stevia tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk hingga cair. Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, sedikit stevia saja sudah cukup untuk menggantikan satu sendok teh gula pasir.

Bagi orang yang sedang menjalani program diet, penggunaan stevia juga dapat membantu mengurangi asupan kalori karena pemanis ini hampir tidak mengandung energi.

Meski demikian, mengganti gula dengan stevia bukan berarti seseorang dapat bebas mengonsumsi makanan atau minuman manis. Kandungan kalori dari bahan makanan lain tetap harus diperhitungkan, terutama jika sedang menjalani program penurunan berat badan atau mengendalikan diabetes.

Jadi, apakah stevia aman untuk penderita diabetes?

Secara umum, ekstrak stevia dengan tingkat kemurnian tinggi, seperti yang mengandung stevioside dan rebaudioside A, telah dinilai aman digunakan sebagai pemanis oleh berbagai badan pengawas pangan apabila dikonsumsi sesuai batas yang dianjurkan.

Bagi penderita diabetes, stevia dapat menjadi pilihan pengganti gula karena tidak memberikan tambahan gula seperti gula pasir dan hampir tidak mengandung kalori. Namun, penggunaan stevia sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan satu-satunya cara untuk mengendalikan kadar gula darah.

Kontrol diabetes tetap bergantung pada pola makan seimbang, aktivitas fisik yang rutin, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan, serta memantau kadar gula darah secara berkala.

Dengan demikian, stevia memang bisa menjadi alternatif pemanis yang lebih baik dibandingkan gula pasir bagi sebagian orang. Namun, manfaatnya dalam mengontrol diabetes masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga penggunaannya tidak boleh menggantikan penanganan medis yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan.

Baca juga: Cara mengurangi konsumsi gula menurut ahli gizi

Baca juga: Alasan soda diet berbahaya untuk turunkan berat badan

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |