Jakarta (ANTARA) - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan perusahaan migas yang berbasis di Singapura, Jadestone Energy, tertarik untuk "farm in" ke lapangan-lapangan yang sudah berproduksi.
“(Tertarik) untuk farm in ke lapangan-lapangan yang sudah produksi. Untuk eksplorasi baru, belum,” ujar Djoko Siswanto kepada ANTARA ketika ditemui di Kantor Kementerian Transmigrasi Jakarta, Senin.
Farm in merupakan skema masuknya suatu perusahaan, dalam konteks ini Jadestone Energy, ke dalam suatu wilayah kerja (blok migas) dengan cara membeli kepemilikan dari perusahaan yang sudah lebih dulu memiliki blok tersebut.
Akan tetapi, Djoko Siswanto menyampaikan Jadestone Energy belum mengungkapkan lapangan migas yang sedang dibidik.
“Lagi dievaluasi sama dia,” kata Djoko Siswanto.
Djoko Siswanto menyampaikan saat ini Jadestone Energy sudah menggarap Wilayah Kerja Lemang di Jambi. Adapun rata-rata produksi WK Lemang berada di angka 6.400 BOEPD.
Baca juga: Kementrans-SKK Migas kembangkan potensi migas di lahan transmigrasi
Baca juga: SKK Migas temukan 13 sumur dengan cadangan minyak nyaris 1 juta barel
Dalam keterangan resmi, CEO Jadestone Energy T. Mitch Little bersama timnya menyampaikan rencana ekspansi yang lebih agresif di Indonesia.
Country Manager Jadestone Energy Indonesia Andi Iwan Uzamah mengungkapkan bahwa Jadestone saat ini aktif membidik peluang akuisisi dan kemitraan, khususnya pada aset-aset yang sudah berada pada tahap pengembangan maupun produksi.
“Fokus kami adalah aset yang sudah di tahap development atau produksi agar dapat segera dioptimalkan. Kami juga membuka peluang kerja sama strategis, baik melalui kemitraan maupun akuisisi, termasuk untuk aset-aset yang belum tergarap optimal (stranded assets),” kata Andi.
Bagi Industri Hulu Migas, komitmen Jadestone bukan sekadar ekspansi korporasi, melainkan indikator konkret bahwa iklim investasi hulu migas Indonesia tetap kompetitif dan menjanjikan.
Kontribusi Jadestone yang mencakup produksi gas, kondensat, hingga LPG juga memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dengan pendekatan ekspansi yang terbuka mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia, serta mencakup aset "onshore" dan "offshore", Jadestone menunjukkan komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama industri migas nasional.
Baca juga: SKK Migas dukung industri pompa dalam negeri mampu bersaing global
Baca juga: SKK Migas: Proyek LPG baru siap tambah pasokan nasional
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































