Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut) yang dapat mencapai empat meter sebagai dampak angin kencang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Ordain Novena di Medan, Jumat, mengatakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Selain itu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, kata dia, juga berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Batu, perairan barat Sumatera Utara, dan
perairan timur Kepulauan Nias.
"Kondisi tersebut berpotensi terjadi mulai 8 pagi hingga 10 Agustus pagi 2026," kata Christen Ordain Novena.
Baca juga: Ada 2 bibit siklon tropis, BMKG: Waspada ombak setinggi 4 meter di RI
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera, menurut dia, juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera bagian utara. Pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara umumnya bergerak dari tenggara barat dengan kecepatan angin berkisar 4-30 Knot
BMKG mengeluarkan peringatan kepada nelayan yang menggunakan perahu agar waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Demikian juga dengan kapal feri, kata dia, juga harus waspada jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Baca juga: BMKG: Waspada gelombang setinggi 6 meter di perairan selatan Bali
Baca juga: Dampak Siklon 94 W, waspada ombak tinggi di Teluk Tomini 5-6 Agustus
Pewarta: Juraidi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































