Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol terkait kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia pada Jumat.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya, Jumat, menjelaskan penutupan tersebut bersifat sementara.
"Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," kata Komarudin.
Dia menyebutkan beberapa ruas jalan protokol akan dilakukan rekayasa mulai pukul 15.30 WIB, yaitu sebagai berikut:
- Jalan Halim Perdanakusuma
- Jalan MT Haryono
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Merdeka Barat
Baca juga: Bahas geopolitik, Anwar Ibrahim temui Prabowo Jumat besok
Seperti diketahui, PM Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan menemui Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 27 Maret 2026 untuk membahas kondisi geopolitik terkini.
"Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Kamis (26/3).
Wisma Putra mengungkapkan kunjungan tersebut akan berfokus pada perkembangan geopolitik terkini, khususnya konflik di Asia Barat, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia.
Selain itu, Wisma Putra juga menilai perkembangan terbaru itu memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi antara kedua negara guna menyelaraskan posisi serta memperkuat kerja sama strategis dalam merespons situasi tersebut.
Dalam konteks itu, pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan memastikan keberlanjutan jalur perdagangan global serta rantai pasok yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Pertemuan tersebut juga akan menegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN sebagai blok yang bersatu dan berprinsip, sehingga kawasan dapat bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, mempertahankan stabilitas regional, serta melindungi ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Baca juga: Cuaca panas di Malaysia jadi perhatian Sultan Ibrahim
Baca juga: Malaysia evaluasi kuota pembelian BBM bersubsidi
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































