Jepara (ANTARA) - Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali menghadirkan atraksi budaya yang unik dengan digelarnya kirab kerbau bule sebagai daya tarik wisata baru, diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat, Jumat.
Tradisi tahunan yang puncaknya ditandai dengan larung sesaji kepala kerbau di laut Jepara itu, menempuh jarak lebih dari 1 kilometer, dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, serta jajaran Forkopimda.
Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Jumat, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi Lomban Syawalan Jepara ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menambahkan pada perayaan tahun-tahun mendatang, pemerintah daerah akan memaksimalkan potensi tradisi ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kirab kerbau bule diharapkan menjadi magnet baru dalam rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026.
Menurut dia kirab kerbau bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kehadiran kerbau bule dalam kirab tahun ini juga memiliki filosofi mendalam, yang melambangkan semangat baru serta kekuatan yang luar biasa.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kirab tersebut juga menjadi simbol keterbukaan kepada masyarakat.
"Kirab ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga simbol keterbukaan, bahwa kerbau yang akan dilarung adalah utuh, bukan hanya kepalanya. Ini sekaligus menjawab pemahaman yang berkembang di masyarakat serta menjaga nilai-nilai kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.
Kirab kerbau terakhir kali digelar pada 2019, dan tahun ini kembali dilaksanakan sebagai bukti bahwa semangat masyarakat Jepara dalam melestarikan budaya tidak pernah padam.
Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan kerbau bule berukuran besar dengan penampilan gagah tersebut.
Salah seorang warga, Retno (40) mengaku menunggu sejak pagi hari demi menyaksikan kirab tersebut setelah mendengar kabar adanya arak-arakan kerbau bule.
Puncak tradisi Lomban Syawalan 2026 akan dimeriahkan dengan larung kepala kerbau di laut Jepara pada Sabtu (28/3), yang biasanya diikuti ribuan perahu nelayan.
Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus doa agar masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.
Baca juga: Sumenep lestarikan tradisi Lebaran melalui Festival Ketupat
Baca juga: Gubernur Kalbar lestarikan tradisi Saprahan saat Lebaran
Baca juga: Tradisi larung kepala kerbau di Jepara digelar secara sederhana
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































