PNM kembali ke Aceh Tamiang, salurkan bantuan dan perkuat proses bangkit pascabencana

1 month ago 29

Jakarta (ANTARA) - Bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera telah menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga mereka, hingga kesulitan mendapatkan akses kebutuhan dasar sandang dan pangan.

Dalam menghadapi situasi ini, PNM sebagai salah satu lembaga keuangan yang memberdayakan perempuan prasejahtera, melalui Program PNM Peduli, menyalurkan bantuan berupa pakaian perempuan, pria, anak dan bayi, jaket, selimut, alat sholat, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga logistik pendukung lainnya. Bantuan seberat 579kg itu berasal dari aksi kolektif insan PNM yang bahu-membahu membantu Sumatera dan Aceh.

Sebelumnya, PNM juga terjun langsung mendirikan posko cek kesehatan gratis, penyediaan akses air bersih, hingga penyaluran 1 ton beras serta 1.000 pax produk nasabah berupa rendang dan abon siap santap. Seluruh bantuan telah disortir dengan cermat dan dikirimkan langsung menggunakan pesawat guna menjaga kecepatan penyaluran serta kualitas setiap bantuan yang diberikan.

Setelah 8 jam perjalanan dari Jakarta, relawan PNM Peduli sampai di posko bantuan Masjid Al- Ikhlas, Tamiang, Aceh untuk meringankan bagi mereka yang terdampak. Cerita haru terjadi pada saat diperjalanan mengirimkan bantuan, Tim PNM Peduli bertemu salah satu penerima manfaat bernama Qory asal Langsa yang berjarak 46 km atau 10 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanannya kembali ke Langsa, ia mengungkapkan bahwa tidak ada mobil relawan yang bisa ditumpangi olehnya, sehingga dirinya harus berjalan kaki menempuh jarak jauh membawa keperluan sandang dan pangan untuk keluarganya.

“Tidak ada mobil yang bisa saya tumpangi, tapi alhamdulillah sekarang bukan hanya dapat tumpangan, tapi juga cek kesehatan gratis dan makanan pokok untuk istri dan anak saya, terima kasih banyak, yang semoga tuhan membalas kebaikan kalian semua berlipat ganda,” ujar Qory saat bertemu Tim PNM Peduli.

Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menjelaskan bahwa manusia ada untuk saling menjaga.

“Kita ada untuk saling jaga, satu kalimat yang kami percayai bahwa bantuan ini, meski tidak bisa menggantikan apa yang hilang, namun dapat memberikan sedikit harapan dan kenyamanan bagi mereka yang terdampak. PNM berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga di saat-saat sulit seperti ini. Harapannya, bantuan yang diberikan bisa mempercepat pemulihan dan memberikan kekuatan baru bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” ungkap Dodot.

Pada akhirnya, bencana mengingatkan kita bahwa dalam menghadapi kesulitan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kebersamaan dan saling menjaga menjadi kekuatan yang sangat penting, terutama di saat penuh tantangan seperti ini.

Sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia, kita semua memiliki peran untuk saling menjaga, menguatkan, dan memberikan harapan. Dengan #KitaAdaUntukSalingJaga, mari kita terus saling merangkul, berbagi kekuatan, dan memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendirian di saat-saat sulit.

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |