Analis nilai shareholders concentration list bisa tarik dana asing

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alis Nico menilai kebijakan shareholders concentration list akan meningkatkan transparansi dan mendorong tata kelola pasar modal Indonesia menjadi lebih baik.

Dengan demikian, Ia menyebut kebijakan itu akan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia, sehingga dapat menarik dana asing masuk atau capital inflow.

“Sehingga, kredibilitas Bursa Efek Indonesia (BEI) pun dapat meningkat. Ketika kredibilitas meningkat, maka capital inflow juga pasti akan kembali datang,” ujar Nico saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Kamis.

Nico mendeskripsikan, shareholders concentration list merupakan suatu data yang dapat menunjukkan seberapa banyak saham suatu perusahaan dipegang oleh beberapa pihak.

Dengan demikian, para investor dapat mengetahui distribusi kepemilikan saham di sebuah perusahaan masuk kategori tinggi ataupun rendah.

“Kalau konsentrasi tinggi, berarti saham tersebut hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Sedangkan, untuk konsentrasi rendah berarti merata tersebar kepada ribuan investor, sehingga kepemilikan tersebut sangat beragam,” ujar Nico.

Nico menjelaskan, sejak awal peningkatan transparansi pasar modal Indonesia akan mengundang dua sudut pandang yang berbeda.

“Bagi yang berkepentingan, hal ini tentu dapat membuat pergerakan saham mereka terganggu. Di satu sisi, BEI masih membutuhkan capital inflow untuk menjaga daya tariknya sebagai pasar keuangan di Indonesia,” ujar Nico.

Dengan demikian, menurutnya, BEI harus menjadi tempat yang melakukan transaksi secara transparan didukung oleh tata kelola yang baik, seiring pasar modal merupakan salah satu indikator perekonomian di Indonesia.

“Secara volatilitas mungkin akan mengalami peningkatan, namun secara fundamental perusahaan tidak ada yang berubah. Karena fundamental perusahaan berdasarkan valuasi dan proyeksi di masa yang akan datang,” ujar Nico.

Sebagaimana diketahui, BEI akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, seperti yang telah diterapkan di Bursa Hong Kong.

BEI berencana menerbitkan shareholders concentration list pada akhir Februari atau awal Maret 2026, bersamaan dengan pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan penerbitan daftar tersebut menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia, serta bagian dari tindak lanjut concern MSCI terkait transparansi.

Jeffrey menjelaskan gagasan penerbitan shareholders concentration list muncul setelah self regulatory organization (SRO) mencermati masukan dari MSCI sejak Oktober 2025.

Semenjak itu, SRO telah melakukan sejumlah studi dan kajian terhadap pengalaman bursa negara lain yang pernah menghadapi kondisi serupa.

Baca juga: OJK siap telusuri soal MSCI disebut kirim surat hingga empat kali

Baca juga: Usai bertemu MSCI, BEI siap terbitkan shareholders concentration list

Baca juga: Hashim wanti-wanti otoritas pasar modal diawasi ketat pemerintah

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |