Menhut: RI dan Norwegia sudah mulai pembicaraan pendanaan RBC-5

4 hours ago 3
...kita sudah ada pembicaraan dengan pihak Norway

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan telah membicarakan pendanaan berbasis kontribusi (result based contribution/RBC) tahap kelima atau RBC-5 dengan Pemerintah Norwegia.

"RBC, kita sudah ada pembicaraan dengan pihak Norway, kita sekarang sedang juga meningkatkan proses verifikasi data yang lebih baik, termasuk kemarin ada usulan untuk meningkatkan standarnya melalui ART-TREES," tutur Menhut Raja Juli Antoni dalam peluncuran Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan periode keempat di Jakarta, Kamis.

ART-TREES sendiri adalah kepanjangan dari Architecture for REDD+ Transactions – The REDD+ Environmental Excellence Standard. Sebuah standar global untuk REDD+ yang menilai penurunan emisi dalam skala yurisdiksi atau nasional.

Peluang pendanaan melalui skema ART-TREES menerapkan pendekatan yurisdiksi berbasis kinerja dengan menjunjung integritas lingkungan dan akuntabilitas internasional. Skema itu dinilai dapat mendukung percepatan FOLU Net Sink 2030, target pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan, serta penguatan tata kelola kehutanan.

Baca juga: Kanada kucurkan Rp266 M ke Indonesia, fokus UMKM, iklim, kesehatan

"Kami juga sekarang sedang melakukan komunikasi dengan ART-TREES, termasuk memberikan kemarin ada 10 provinsi yang memang kita daftarkan dalam skema penerimaan dari ART-TREES. Jadi kita akan terus bekerja untuk itu," tuturnya.

Dalam kesempatan serupa, Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust mengapresiasi kerja sama yang sudah terbangun antara kedua negara selama bertahun-tahun dalam berbagai bidang termasuk mendukung upaya reforestasi dan pengurangan emisi.

"Ini adalah proyek berdasarkan hasil, tapi dari sisi kami, kami sangat positif untuk terus bekerja sama dengan Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, dalam RBC-1 diterima pembayaran sebesar 56 juta dolar AS (sekitar Rp920 miliar) untuk pengurangan emisi 11,2 juta ton CO2e periode 2016-2017.

Sedangkan pembayaran RBC-2 dan RBC-3 dilakukan secara bersamaan yakni sebesar 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) untuk pengurangan emisi 20 juta ton CO2e pada 2017-2019. Maka total 216 juta dolar AS sudah diterima Pemerintah Indonesia atas usaha menekan emisi terutama dari sektor kehutanan.

Baca juga: Menteri LH usulkan penjualan reduksi emisi terverifikasi dukung TFFF

Baca juga: Menhut: Satgas Pembiayaan Taman Nasional pacu pendanaan berkelanjutan

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |