Kota Padang (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) segera membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menjalankan program pompanisasi guna mengairi sawah tadah hujan seluas 800 hektare (ha) di Kabupaten Tanah Datar.
"Rencananya ada 36 panel surya yang kita pasang atau menyesuaikan kapasitas kebutuhan pompa untuk menaikkan air sampai dengan ketinggian 200 meter," kata General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim di Kota Padang, Selasa.
Ajrun Karim mengatakan inisiasi pembangunan PLTS tersebut berangkat dari upaya pemerintah pusat yang saat ini fokus pada program Astacita Presiden Prabowo khususnya dalam hal ketahanan pangan.
Berdasarkan survei yang dilakukan PLN, selama ini masyarakat terutama petani di daerah itu sangat bergantung pada air hujan. Sebab, sumber utama atau aliran sungai terdekat tergolong jauh yakni sekitar tiga kilometer dari sawah rakyat.
"Dengan bantuan PLTS maka pompanisasi bisa bekerja untuk menyerap air yang kemudian bisa mengairi 800 ha sawah tadah hujan," sebut dia.
Sementara itu tokoh masyarakat di Nagari Tanjuang Barulak, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar menyambut baik upaya PLN yang segera membangun PLTS sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan pompa guna mengalirkan air ke area persawahan.
"Biasanya dalam setahun kita hanya bisa satu kali bercocok tanam, tapi nantinya kalau sudah ada pompanisasi kita upayakan dua hingga tiga kali tanam," sebut Budiman.
Budiman mengatakan program pompanisasi menggunakan PLTS tersebut mencontoh praktik baik yang lebih dulu dilakukan di daerah Talawi, Kota Sawahlunto.
Beberapa waktu lalu, Universitas Andalas juga telah membuat prototipe pompanisasi menggunakan tenaga surya.
Baca juga: PLN Sumbar tambah 30 SPKLU untuk dukung penggunaan kendaraan listrik
Baca juga: PT PLN meresmikan SPKLU tiang pertama di luar Jawa
Baca juga: PLN pasang SPKLU tiang pertama di Sumbar berkapasitas tujuh kW
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































