Perjuangan abdi dalem Pakualaman wujudkan mimpi berhaji

5 days ago 3

Makkah (ANTARA) - Senyum mengembang di wajah senja Taruno Tanoyo saat ditemui di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, Sektor 7 Misfalah, Makkah, Arab Saudi. Pria kelahiran 8 Desember 1941 ini tampak semringah, seolah menghapus lelah usai menempuh tujuh jam perjalanan darat dari Madinah.

Mengenakan dua helai kain ihram putih yang membalut tubuhnya, pria yang akrab disapa Mbah Taruno itu tengah bersiap. Bersama rombongan kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi YIA (Yogyakarta), ia menanti waktu pelaksanaan umrah wajib yang dijadwalkan pada Kamis (30/4/2026) malam, pukul 22.00 Waktu Arab Saudi.

Tahun ini, Mbah Taruno berangkat menunaikan rukun Islam kelima bersama sang istri tercinta, Sumarni. Harapan keduanya di Tanah Haram terbilang sangat sederhana, yaitu menggapai rida surga dan meraih predikat haji mabrur.

Untuk menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menguras fisik, doa mereka pun tak muluk-muluk.

"Semoga diparingi (diberikan) kesehatan," ujar Mbah Taruno dengan nada penuh harap.

Kehadiran Taruno di Baitullah bukanlah sebuah perjalanan instan. Di baliknya, terdapat kisah pengorbanan dan kesabaran yang membentang selama puluhan tahun. Taruno adalah seorang abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta yang telah setia mengabdi sejak tahun 1965, persis di saat usianya baru menginjak 24 tahun.

Meski upah yang diterimanya sebagai abdi dalem tidak bernominal besar, ia merawat mimpinya dengan disiplin menyisihkan pendapatan.

"Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan," kenangnya menceritakan perjuangan mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari kampung halamannya di Kulonprogo.

Bahkan, demi bisa melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan mengobati kerinduannya untuk bersujud di Masjidil Haram, Mbah Taruno dan Sumarni rela menjual seluruh hewan ternak yang mereka miliki.

Niat suci untuk berhaji itu semakin menguat sepulang mereka dari ibadah umrah pada tahun 2018 lalu. Menyadari masih ada sisa tabungan, ia pun mantap mendaftarkan diri bersama sang istri.

Kini, setelah singgah di Madinah sejak 22 April lalu, abdi dalem setia itu akhirnya menjejakkan kaki di Makkah, siap menuntaskan kerinduan panjangnya sebagai tamu Allah di tanah suci.

Baca juga: Kemenhaj kaji embarkasi haji tanpa asrama di Dhoho Kediri

Baca juga: Jamaah haji ramai kirim oleh-oleh via kargo jelang geser ke Makkah

Baca juga: Jumlah calon haji Situbondo bertambah jadi 998 orang

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |