Pemprov Jatim kerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan jelang Idul Adha

4 days ago 4
Kami memastikan bahwa hewan ternak sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi

Nganjuk (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan jelang Hari Raya Idul Adha 2026 agar hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.

“Jelang Idul Adha, kami terus mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK maupun LSD. Kami memastikan bahwa hewan ternak sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Nganjuk, Sabtu.

Gubernur saat meninjau sentra peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, tersebut menjelaskan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur telah menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban.

Petugas tersebut terdiri dari dokter hewan medik veteriner 950 orang, paramedik veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 145 orang, pengawas mutu pakan 75 orang serta juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat 1.997 orang.

Dirinya menegaskan pemeriksaan hewan kurban penting dilakukan baik saat penyembelihan maupun setelah penyembelihan. Selain memastikan kesehatan hewan, hal itu untuk mencegah penyebaran penyakit termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa kesiapan stok hewan kurban tidak lepas dari kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal populasi ternak.

Sesuai dengan data yang ada, total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur sebanyak 427.060 ekor dengan rincian sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor dan kerbau 10 ekor.

Proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun 2026 ini surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaan.

“Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 70.550 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 629.119 ekor. Sehingga surplus 558.569 ekor,” kata dia.

Untuk hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 297.900 ekor dengan ketersediaan sebanyak 940.693 ekor sehingga surplus 642.793 ekor.

Begitu pula untuk domba proyeksi kebutuhan adalah 58.600 ekor dengan ketersediaan sebanyak 484.468 ekor sehingga surplus 452.868 ekor.

Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 10 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.698 ekor sehingga surplus 1.688 ekor.

“Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi ternak kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak,” kata dia.

Baca juga: Melindungi lumbung ternak nasional demi kedaulatan pangan

Baca juga: Pemprov Jatim pecahan rekor MURI inseminasi buatan ternak sapi

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |