Pakar: Sinergi pemerintah-pelaku usaha tingkatkan investasi hulu migas

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus didorong untuk meningkatkan daya saing investasi sektor hulu minyak dan gas bumi nasional, kata pengamat migas Pri Agung Rakhmanto.

"Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan proyek, mendorong peningkatan produksi serta memperkuat ketahanan energi nasional," kata pengamat migas dari Universitas Trisakti sekaligus Founder ReforMiner dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Indonesia masih memiliki potensi sumber daya migas yang besar. Namun, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi bawah permukaan (underground risk), melainkan juga faktor above ground risk, seperti kepastian politik, arah kebijakan ekonomi, regulasi, birokrasi perizinan, kepastian pasar, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.

"Dari sisi underground risk, kita termasuk tiga atau empat besar di Asia Pasifik. Sementara dari sisi above ground risk, faktor yang diperhatikan antara lain kepastian politik, visi dan arah ekonomi, regulasi dan kebijakan, birokrasi perizinan, kejelasan market serta infrastruktur pendukung," kata Pri Agung.

Potensi tersebut perlu didukung ekosistem investasi yang semakin kompetitif sehingga mampu menarik modal, terutama untuk eksplorasi dan pengembangan lapangan.

Pri Agung mengatakan sejumlah perusahaan migas internasional masih melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi potensial, termasuk Eni, Petronas, dan Mubadala.

Kecepatan eksekusi proyek juga menjadi sinyal penting bagi investor. Semakin panjang waktu sejak penemuan (discovery) hingga proyek mulai berproduksi (onstream), semakin besar pengaruhnya terhadap persepsi investor dan keekonomian proyek.

Untuk itu, sinergi antarpemangku kepentingan perlu menjadi salah satu pendorong percepatan eksekusi.

"Semakin lama discovery ke onstream tentu memberikan sinyal yang tidak positif dan menurunkan nilai keekonomian proyek investor," ujarnya.

Dari sisi fiskal, Pri Agung menilai pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan yang positif. Namun, persaingan mendapatkan modal global tetap ketat karena proyek di Indonesia harus bersaing dengan portofolio investasi di berbagai negara.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan investasi juga tidak cukup diukur dari kenaikan nilai investasi, tetapi perlu tercermin pada indikator yang lebih konkret, terutama peningkatan cadangan dan produksi.

Kepercayaan investor terhadap sektor hulu migas, di antaranya tercermin dari keputusan investasi dan eksekusi proyek di lapangan.

Proyek strategis, seperti Abadi Masela dan North Hub/Geng North-Gehem, aktivitas eksplorasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) serta peluang pengembangan wilayah kerja migas baru menjadi momentum yang perlu terus dikawal hingga setiap tahapan proyek dapat direalisasikan.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |