SANY dorong elektrifikasi alat berat tekan biaya operasional tambang

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - SANY Group Indonesia mendorong elektrifikasi alat berat berbasis energi baru sebagai salah satu pilihan industri pertambangan yang berpotensi menekan biaya operasional hingga 60 persen serta biaya perawatan hingga 50 persen.

Deputy General Manager and Director of Government Relations SANY Group Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan transformasi alat berat menuju elektrifikasi menjadi bagian dari upaya mendorong operasional pertambangan yang lebih efisien dan rendah karbon.

"Teknologi ini berpotensi menekan biaya operasional hingga 60 persen dan biaya perawatan hingga 50 persen, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan target net zero emission Indonesia 2060," ujar Saanjay dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, transformasi tersebut dilakukan secara bertahap dari teknologi hibrida menuju elektrik dengan dukungan infrastruktur pengisian daya, energi rendah karbon, digital fleet management, serta sumber daya manusia dengan kompetensi kelistrikan tegangan tinggi.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan SANY adalah SYZ445C-8REEV dengan kapasitas angkut hingga 45 ton dan waktu pengisian sekitar 50 menit.

Teknologi tersebut merupakan teknologi REEV pertama SANY Group Indonesia yang masuk ke Indonesia dan ditujukan antara lain untuk area yang memiliki keterbatasan sumber listrik.

Selain efisiensi biaya, elektrifikasi juga mulai mendapat respons dari pelaku industri pertambangan dan konstruksi.

Hal itu tercermin dari lebih dari 500 unit alat berat yang dipesan selama penyelenggaraan Mining Indonesia & Construction Indonesia 2026, termasuk pesanan tunggal sebanyak 150 unit mining truck.

Saanjay mengatakan pesanan tersebut menunjukkan adanya aktivitas pengadaan yang cukup signifikan di tengah perkembangan industri pertambangan dan konstruksi nasional.

Dalam pameran tersebut, SANY turut menampilkan sejumlah alat berat berbasis energi baru, mulai dari excavator kelas 100 ton, mining truck kelas 100 ton, wheel loader listrik, heavy-duty truck listrik hingga dump truck listrik.

SANY menilai penerapan teknologi tersebut ke depan tidak hanya bergantung pada kesiapan produk, tetapi juga infrastruktur pendukung, layanan purnajual, rantai pasok lokal dan kemampuan menyesuaikan teknologi dengan kondisi masing-masing lokasi tambang.

Dengan kombinasi efisiensi biaya dan kebutuhan untuk menekan emisi, elektrifikasi alat berat berpotensi menjadi bagian dari transformasi operasional pertambangan Indonesia menuju penggunaan teknologi yang lebih efisien dan rendah karbon.

Baca juga: SANY Tampil di bauma CHINA 2024: Pelopor Pembangunan Bermutu Baru

Baca juga: SANY Heavy Industry Catat Pertumbuhan Pendapatan 19,49% pada Semester I-2026, Pendapatan Luar Negeri Capai 61,33%

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |