Jayapura (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Sekolah Rakyat yang telah terbangun di seluruh Indonesia, termasuk di Papua, dikhususkan bagi masyarakat ekonomi lemah.
“Sekolah Rakyat merupakan program yang amat penting dan mendasar untuk masyarakat kita yang kurang mampu atau ekonomi lemah, khususnya yang ada di Papua,” katanya di Jayapura, Jumat, usai meninjau Sekolah Rakyat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.
Menurut AHY, Sekolah Rakyat merupakan program yang didedikasikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia.
“Pendidikan itu sangat mendasar, ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas menyekolahkan putra-putrinya, maka negara atau pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi terkiat permasalahan tersebut,” ujar Menko AHY.
Baca juga: AHY: Pemerintah kucurkan Rp1 triliun bangun 3 Sekolah Rakyat di Papua
Dia menjelaskan setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas.
“Tagline Sekolah Rakyat adalah Cerdas Bersama, Tumbuh Setara. Ketika kita ingin memajukan negeri, memajukan Papua, maka yang pertama dan utama yang harus dibangun adalah Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Menko AHY.
Dia menambahkan sumber daya alam yang kaya di Papua tetapi tidak memiliki SDM yang mumpuni, maka pengelolaan ke depannya tidak dapat dilakukan.
Baca juga: AHY minta semua pihak kawal pembangunan Sekolah Rakyat di Papua
“Sumber daya alam yang kaya terlalu bermakna ketika tidak bisa dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat, saudara-saudara kita semua,” ujar Menko AHY.
Program Sekolah Rakyat, kata dia, yang menjadi pekerjaan utama dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Sosial (Kemensos) meliputi dua tahap.
“Tahap pertama adalah Sekolah Rakyat yang sifatnya sementara seperti yang ada di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Jayapura. Untuk di Provinsi Papua kami sedang menyiapkan Sekolah Rakyat yang terintegrasi, artinya jauh lebih luas, jauh lebih lengkap, mulai SD, SMP dan SMA dalam satu kawasan,” kata Menko AHY.
Baca juga: Wamen PU: Pembangunan 3 Sekolah Rakyat Papua ditargetkan rampung 2027
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































