Menko Pangan pastikan distribusi pupuk lancar dan harga gabah terjaga

5 days ago 4

Bengkulu (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan aman serta harga gabah petani tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah.

"Saya diperintah Bapak Presiden Prabowo untuk keliling daerah selama tiga hari. Pertama, memastikan pupuk lancar. Kedua, harga gabah tidak boleh di bawah Rp6.500, dan ketiga koperasi desa harus dibangun cepat agar Juli 2026 bisa kita resmikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berjalan dengan baik,” kata Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Bengkulu, Jumat.

Baca juga: Komisi XI DPR: Distribusi pupuk subsidi harus diawasi hingga daerah 3T

Dia menambahkan pemerintah juga menaruh perhatian pada pengelolaan sampah serta menjaga stabilitas harga sembako agar tidak mengalami kenaikan di daerah.

Zulkifli mengatakan kunjungan ke berbagai daerah dilakukan untuk memastikan seluruh instruksi Presiden berjalan baik di lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani.

"Untuk memastikan itu, saya keliling Indonesia. Alhamdulillah, tadi kita sudah dengar sendiri, harga gabah rata-rata di sini Rp6.500 per kilogram. Pupuk ada terus, tidak pernah terlambat, dan harganya masih diskon 20 persen, jadi aman, alhamdulillah,” ujarnya.

Dia menyebut berdasarkan dialog Rembuk Tani yang digelar di Provinsi Bengkulu dengan petani, persoalan utama yang masih dihadapi adalah irigasi yang belum optimal di sejumlah wilayah.

Menurut dia, perbaikan irigasi menjadi program prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.

"Nah, memang sawah tadi, keluhan petani pertama irigasi, itu memang program prioritas. Kalau ada irigasi rusak, segera usulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan tembuskan ke Kemenko Pangan, insya Allah kita perbaiki, karena irigasi merupakan program prioritas pokok," katanya.

Baca juga: Mentan: Deregulasi berhasil percepat distribusi pupuk ke petani

Baca juga: IPB: Perlu perbaikan data atasi persoalan distribusi pupuk subsidi

Ia menyoroti persoalan alih fungsi lahan sawah yang dinilai tidak boleh lagi terjadi, karena dapat mengancam ketahanan pangan nasional.

"Nah yang kedua tadi ada keluhan sawah beralih fungsi, itu tidak boleh lagi, sawah tidak boleh lagi berubah fungsi menjadi apapun. Yang sudah telanjur berubah mulai 2010, kalau irigasinya bagus harus diganti tiga kali luasnya, kalau airnya payau diganti dua kali, kalau tadah hujan harus ganti satu kali lahan sawah,” ujarnya.

Dia berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga produktivitas pertanian serta memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |