Massa aksi May Day hadirkan simbol anti perang di gedung DPR

5 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Massa aksi Hari Buruh Internasional (May Day) menghadirkan simbol-simbol unik bernuansa anti-perang, termasuk tiruan rudal balistik bertuliskan "Stop War" dan patung Presiden AS Donald Trump, sebagai bentuk kritik di tengah demonstrasi di depan gedung MPR/DPR RI, Jumat, yang berlangsung kondusif.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 16.00 WIB, tiruan rudal balistik itu terbuat dari kardus yang diberi warna merah pada badannya dan kuning pada bagian moncongnya.

Pada badan "rudal" itu, terdapat tulisan "Stop War" yang berarti hentikan perang.

Sementara itu, ada juga patung Presiden AS Donald Trump yang dibuat dari kardus dengan lapisan plastik hitam menyerupai jas. Patung itu menampilkan wajah Trump berkelir merah dengan rambut berwarna kuning.

Selain itu, patung tanpa kepala juga ditempatkan di belakang Trump, berhadap-hadapan dengan kantor MPR/DPR RI. Karya seni itu ditempatkan di depan massa aksi berbagai kalangan yang berkumpul depan gerbang gedung MPR/DPR RI.

Massa aksi pun tak hentinya menyampaikan aspirasi. Kalangan mahasiswa, serikat buruh, hingga aliansi sipil nampak hadir dalam aksi tersebut.

Hujan gerimis sempat turun, namun tak berlangsung lama. Kendati hari mulai gelap, massa aksi pun pantang bubar. Hingga pukul 17.07 WIB, aksi masih berlangsung kondusif.

Baca juga: May Day, pemerintah tegaskan komitmen tingkatkan kesehatan para buruh

Baca juga: Legislator DKI akan perjuangkan kesejahteraan buruh

Baca juga: Buruh wanita asal Cirebon suarakan aspirasi dalam May Day di Monas

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |