Jakarta (ANTARA) -
KAI Commuter menyatakan adanya kendala operasional perjalanan KRL Commuter Line Rangkasbitung (green line - jalur commuter line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung) akibat percikan api yang terjadi tiang Listrik Aliran Atas (LAA) sehingga mengganggu operasional kereta api tersebut pada Senin sore (4/5).
Imbas insiden itu, sejumlah stasiun mengalami penumpukan penumpang terutama di Stasiun Tanah Abang pada Senin petang.
"Untuk keselamatan dan perjalanan Commuter Line dan Jaringan LAA dan untuk sementara aliran LAA dimatikan sementara," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan pemadaman jaringan LAA ini menyebabkan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung lintas Pondokranji - Sudimara untuk semantara tidak dapat dilalui sejak pukul 16.30 WIB.
Ia menegaskan saat ini petugas terkait sedang melakukan penanganan dan upaya-upaya untuk segera menormalisasikan perjalanan Commuter Line di lokasi yang saat ini sedang diguyur hujan.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas kendala operasional ini dan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada sore hari ini.
Ia menambahkan untuk menekan kelambatan perjalanan Commuter Line, KAI Commuter akan melakukan rekayasa perjalanan pada lintas tersebut.
"Untuk sementara perjalanan Commuter Line dari arah Rangkasbitung atau Parung Panjang perjalanannya hanya sampai Stasiun Serpong. Sedangkan perjalanan Commuter Line dari arah Tanah Abang perjalanannya hanya sampai Stasiun Kebayoran," kata dia.
KAI Commuter mengimbau kapada seluruh pengguna untuk selalu utamakan keselamatan dan selalu ikuti arahan dari petugas di stasiun.
“Untuk update perjalanan Commuter line bisa diakses melalui aplikasi C-Access dan akun media sosial resmi KAI Commuter,” kata dia.
Baca juga: Gangguan listrik, perjalanan penumpang KRL terganggu
Baca juga: KAI Commuter minta maaf atas gangguan sarana KRL di Stasiun Cikini
Baca juga: KCI targetkan gangguan teknis KRL Commuter Line 2020 maksimal 50 kali
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































