Komisi XIII dorong Bulan Pancasila jadi momentum kaji implementasi

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Komisi XIII DPR RI mendorong Bulan Pancasila yang identik dengan bulan Juni bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dijadikan sebagai momentum untuk mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

“Saya kepengin pascapertemuan ini, kalau enggak ada anggaran dari BPIP, ya, sudahlah karena semangat kita bersama patungan pun jadi, tapi mudah-mudahan ada anggarannya, Juni nanti kita buat Bulan Pancasila, kita bahas semua cara kita bernegara,” kata dia.

Menurut dia, perlu dibuat kajian mengenai sejauh mana Pancasila diterapkan, terlebih pascareformasi. Kajian ini dinilai penting untuk menentukan langkah masa depan Indonesia, khususnya menuju tujuan Indonesia Emas 2045.

“Kita bahas apakah ekonomi kita berpancasila? Apakah politik kita berpancasila? Apakah pendidikan kita berpancasila? Bahkan, apakah sosial budaya kita berpancasila?” ucap dia.

“Saya pikir, secara bersama-sama bulan Juni nanti kita rumuskan bersama dengan data yang konkret, dengan pendekatan apakah pendekatan kualitatif [atau] pendekatan kuantitatif melihat situasi bangsa ini,” sambung Sugiat.

Ia mengusulkan hasil kajian nantinya disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah ini sudah menjadi kewajiban bagi Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan BPIP.

“Kita sama-sama sampaikan kepada Bapak Presiden. ‘Pak, ini ada kondisi riil cara kita berbangsa’,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengusulkan agar diselenggarakan rembuk nasional dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil, perwakilan partai politik, komunitas bisnis, hingga representasi pemerintahan.

“Sehingga terjadi dialog yang benar-benar dari hati ke hati dan kemudian itu menjadi momentum, ‘Eh, ini Pancasila, bukan hanya abad ke-21, ya, ke depan ini mau bagaimana kerangka metodologi, kerangka aksinya?” kata Willy.

Merespons hal itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan kesediaan lembaganya untuk mengimplementasikan usulan para legislator.

“Ini tentu akan kami jadikan sebagai momentum seperti harapan tadi, ya, terutama dua hal yang terakhir tadi yang diusulkan oleh Pak Sugiat. Tadi saya sudah rembukan bahwa kita akan melakukan itu. Jadi, BPIP supaya menganggarkan ini, sekalian dengan rembuk nasional,” ucapnya.

Baca juga: BPIP ajak masyarakat semarakkan Bulan Pancasila

Baca juga: Bulan Pancasila, BPIP Gelar Upacara Hingga Lomba

Baca juga: Kepala: Surat presiden terkait RUU BPIP telah terbit

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |