Kemenag harap pelatihan KBC tingkatkan kualitas layanan publik

2 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menggelar pelatihan dalam jaringan (daring) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik yang empatik dan solutif.

“Kami harap ASN semakin paham substansi KBC, itu akan berdampak pada layanan publik di Kementerian Agama yang semakin empatik dan solutif,” ujar Kepala Pusbangkom SDM Kementerian Agama Mastuki di Jakarta, Senin.

Pada tahap pertama diklat KBC diikuti oleh 305.393 peserta yang berasal dari tenaga pendidikan lingkungan Kementerian Agama. Pembukaan pelatihan dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 22 April 2026.

Mastuki memastikan pelatihan KBC akan terus digelar secara daring, mandiri, dan terbuka agar dapat diakses oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Pelatihan juga didesain semakin adaptif, interaktif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihan ini menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kompetensi ASN secara masif dan terukur.

Pelatihan KBC secara daring melalui MOOC Pintar, kata dia, akan tetap dibuka di periode berikutnya untuk membuka akses lebih luas.

"Diharapkan semua ASN Kemenag dan masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan lain, seperti penyuluh agama, bagian administrasi, guru RA, guru PAI di sekolah, majelis taklim, dan lainnya masih sangat potensial dan perlu mendapat pemahaman KBC," katanya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan KBC hadir sebagai ikhtiar menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan, antara lain kekeringan batin, penurunan kualitas akhlak, perundungan, kekerasan, dan kebencian.

"Kita tidak ingin melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur,” ujar Menag.

Kemenag menghadirkan KBC sebagai paradigma baru yang menekankan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Ia mendorong para guru, penyuluh, dan ASN Kemenag menjadi agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |