Jakarta (ANTARA) - Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Riza Primadi meyakini keberadaan Double Double Track (DDT) menjadi solusi utama mencegah kecelakaan seperti di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4).
“Untuk serudukan antara kereta api jarak jauh (KAJJ) vs KRL saya 100 persen yakin tidak akan terjadi, kan jalurnya beda kok. Nggak bakal sejalur,” kata Riza saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Menurut Riza, pemisahan jalur antara KRL dan kereta jarak jauh merupakan langkah krusial untuk menghilangkan potensi tabrakan.
Ia menjelaskan, selama ini risiko muncul karena dua jenis kereta dengan karakteristik berbeda berbagi jalur yang sama. KRL berhenti di banyak stasiun, sementara KAJJ melaju dengan kecepatan tinggi dan hanya berhenti di titik tertentu.
Dalam kondisi tersebut, dia menilai potensi kereta jarak jauh mengejar atau “mengekor” KRL sangat besar. “Nggak akan ada ceritanya di belakang KRL ada KAJJ mengekor atau sebaliknya,” ujar dia.
Maka itu, Riza menilai pembangunan DDT dari Manggarai hingga Cikarang sudah dirancang untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, implementasinya belum rampung sepenuhnya.
Baca juga: Dukungan Terus Mengalir, 76 Pelanggan Telah Kembali ke Rumah setelah Kejadian Bekasi Timur
Ia menekankan bahwa selama jalur masih digunakan bersama, potensi gangguan dan risiko perjalanan masih dapat terjadi, terutama di lintas dengan kepadatan tinggi.
"Saya mendorong percepatan penyelesaian proyek DDT sebagai solusi permanen untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah padat seperti Bekasi dan sekitarnya," ucap dia.
Sementara, Pengamat transportasi, Ki Darmaningtyas menilai keberadaan DDT sangat penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api, terutama di jalur padat.
“Kalau soal urgensinya ya tentu urgen, masing-masing itu harus punya jalur,” kata Darmaningtyas.
Ia menambahkan, pembangunan jalur terpisah menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.
“Diharapkan kalau proyek double-double track itu selesai tidak ada gangguan lagi,” ucapnya.
Baca juga: Pemulihan Operasional Terus Menguat, Ketepatan Waktu KA Jarak Jauh dan KRL Berangsur Normal
Baca juga: KAI perkuat sinergi tingkatkan keselamatan di perlintasan kereta
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































