Kadindik Jatim tekankan kolaborasi tingkatkan mutu pendidikan

5 days ago 5

Surabaya (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan pemerataan kualitas sumber daya manusia unggul di Jatim.

“Pendidikan itu tidak bisa hanya diurus pemerintah. Harus ada tiga komponen utama, yaitu pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat. Kalau tiga kekuatan ini bisa digabung menjadi satu untuk peduli bersama-sama terhadap pendidikan, saya yakin pendidikan kita semakin sukses dan maju,” ujar Aries di Surabaya, Jumat.

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi refleksi bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Baca juga: Jatim dan Singapura perkuat kolaborasi tingkatkan mutu pendidikan

Saat ini, jumlah satuan pendidikan di Jawa Timur mencapai 4.688 sekolah yang terdiri atas 298 SMK negeri, 1.860 SMK swasta, 423 SMA negeri, 1.709 SMA swasta, 68 SLB negeri, dan 330 SLB swasta.

Aries mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan, karena keterbatasan anggaran yang juga harus dialokasikan untuk sektor lain, seperti infrastruktur dan kesehatan.

Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk mendukung penguatan sarana-prasarana maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.

“Tantangan terbesar saat ini adalah guru kita masih banyak yang belum memiliki kompetensi mumpuni. Untuk mendidik dan mengembangkan kompetensi mereka tentu membutuhkan biaya. Ini harus menjadi perhatian bersama supaya mereka mendapatkan ilmu tambahan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, Dindik Jatim terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya pelatihan guru secara masif melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Selain itu, Dindik Jatim juga memfasilitasi pelatihan kompetensi dan sertifikasi berbasis Kerangka Kerja Nasional Indonesia-Lembaga Sertifikasi Kompetensi (KKNI-LSK) melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknologi dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) di bawah naungan Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurut Aries, tantangan terbesar pendidikan di Jawa Timur adalah pemerataan kualitas pendidikan antardaerah.

Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari munculnya siswa berprestasi, tetapi juga pemerataan potensi di seluruh wilayah.

“Bukan hanya satu dua yang hebat, tapi pemerataan potensi itulah yang menjadi tugas kita bersama. Tugas ini memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan kalau dikerjakan bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: Mendikdasmen apresiasi dukungan Pemprov Jatim untuk program pendidikan

Baca juga: Pemprov Jatim dan Swedia perkuat kerja sama transportasi-pendidikan

Aries berharap pendidikan di Jawa Timur tetap menjadi barometer pendidikan nasional.

Ia menilai capaian siswa Jawa Timur dalam berbagai ajang talenta dan kompetisi nasional terus menunjukkan hasil yang signifikan.

“Harapan kami, pendidikan Jawa Timur tetap menjadi barometer pendidikan nasional. Prestasi anak-anak kita di berbagai ajang talenta terus menunjukkan hasil terbaik. Tinggal bagaimana potensi itu bisa merata di seluruh daerah,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |