Galaxy Z Fold8 alami peningkatan penjualan usai iPhone Duo debut

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Samsung tampaknya berhasil menyita sorotan usai Apple memutuskan masuk ke dalam pasar ponsel lipat karena ponsel lipat generasi saat ini Galaxy Z Fold8 justru mengalami kenaikan penjualan setelah iPhone Duo resmi didebutkan.

Berdasarkan laporan Gizmochina, Kamis (17/9), dalam laporan penjualan terbaru dari Korea Selatan didapati hasil bahwa penjualan Galaxy Z Fold8 meningkat 10 persen dari minggu ke minggu pada periode setelah iPhone Duo diperkenalkan kepada publik.

Kondisi itu bisa dibilang sangat menarik karena iPhone Duo adalah pesaing baru Samsung yang ketat di segmen ponsel lipat.

Alih-alih memperlambat permintaan pasar terhadap Galaxy Z Fold8, pengumuman Apple mungkin telah mendorong beberapa pembeli yang masih ragu untuk mempertimbangkan kembali tawaran Samsung.

Baca juga: Galaxy Z Fold8 sukses, Samsung bakal rilis lima ponsel lipat di 2027

Salah satu alasan utamanya mungkin adalah perbedaan harga yang signifikan. Galaxy Z Fold 8 dijual mulai sekitar 2,28 juta won (sekitar Rp29 jutaan) di Korea Selatan, sedangkan iPhone Duo dijual mulai dari 3,29 juta won (sekitar Rp42.2 jutaan).

Perbedaannya terbilang signifikan karena itu berarti gawai besutan Apple lebih mahal sekitar 1,01 juta won, (sekitar Rp12 jutaan).

Galaxy Z Fold 8 juga memiliki keunggulan di Korea Selatan karena sudah tersedia di pasaran, sementara iPhone Duo dijadwalkan baru akan diluncurkan di pasar yang sama pada 16 Oktober.

Baca juga: Fitur AI baru di seri HP lipat Samsung ini permudah buat konten video

Keunggulan lainnya dari Galaxy Z Fold8 ialah dari tampilannya yang lebih tipis dan lebih ringan daripada iPhone Duo. Hal itu memberikan Samsung poin tambahan lain bagi konsumen yang mementingkan portabilitas.

Meski begitu peningkatan 10 persen pada penjualan gawai Samsung tersebut tidak membuktikan bahwa pelanggan iPhone beralih ke Samsung.

Namun, waktunya tentu patut diperhatikan. Pengumuman Apple memberi konsumen gambaran detail tentang ponsel lipatnya, termasuk harga dan jadwal peluncurannya, sehingga mungkin beberapa calon pembeli memutuskan bahwa Samsung menawarkan kesepakatan yang lebih praktis.

Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra usung desain tipis harga mulai Rp32 juta

Masuknya Apple ke suatu kategori model ponsel tidak secara otomatis berarti Samsung kehilangan pelanggan.

Justru, hal itu dapat membuat seluruh kategori menjadi lebih terlihat menarik sekaligus mendorong konsumen untuk membandingkan produk dengan lebih cermat.

Angka-angka di Korea Selatan hanya mewakili satu pasar, jadi belum bisa dianggap sebagai bukti tren global.

Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra debut, simak spesifikasinya

Namun demikian, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Galaxy Z Fold 8 memiliki momentum yang cukup untuk menahan kehadiran Apple, terutama selama Samsung terus menawarkan potongan harga.

Jika kedua perangkat tersebut menunjukkan performa yang kuat di seluruh dunia, kehadiran Apple pada akhirnya dapat memperluas opsi di pasar ponsel lipat, alih-alih hanya mengambil pangsa pasar dari Samsung.

Baca juga: iPhone Duo bakal jadi lini produk, Apple siapkan varian Max hingga SE

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |