Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki, Achmad Rizal Purnama, melakukan kunjungan kerja ke kota Fethiye untuk memperkuat pelindungan WNI dan memastikan peluang kerja aman bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Turki terus terbuka.
Kunjungan tersebut menyoroti besarnya peluang kerja bagi PMI di Turki, terutama di sektor hospitality, manufaktur, konstruksi, jasa, dan sektor pendukung pariwisata, kata pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara yang diterima di Jakarta, Senin.
Dalam kunjungan itu, Dubes Rizal membahas perluasan kesempatan kerja bagi PMI melalui mekanisme penempatan yang sesuai regulasi, aman, dan memberikan pelindungan maksimal bagi pekerja Indonesia, dengan CEO Orka Sunlife Resort Hotel, Uğur Serindağ.
Serindağ, dalam pertemuan dengan Dubes Rizal menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pekerja Indonesia dan berharap dapat menerima lebih banyak pekerja dari Indonesia pada tahun depan.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes Rizal bertemu langsung dengan sekitar 40 PMI yang bekerja di Orka Sunlife Resort Hotel, guna mendengar pengalaman para PMI, mengecek kondisi kerja, serta memotivasi PMI untuk bekerja dengan baik dan menjaga nama baik Indonesia.
“Dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Turki, saudara-saudara yang berada di sini adalah orang-orang terpilih. Kesempatan ini harus dijaga dengan kerja keras, disiplin, dan profesional,” pesan Dubes Rizal.
Baca juga: Wamen P2MI bahas strategi penempatan pekerja migran ke Turki
Dubes RI juga mengajak para PMI untuk terus menunjukkan nilai dan identitas terbaik Indonesia di tempat kerja.
“Tunjukkan bahwa pekerja Indonesia memiliki etos kerja yang baik, ramah, bertanggung jawab, dan mampu membawa nama baik Indonesia,” lanjutnya.
Salah satu PMI, Desi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bekerja di Turki dan perhatian yang diberikan KBRI Ankara.
“Kami senang bisa bekerja di sini dan mendapatkan pengalaman baru. Terima kasih kepada KBRI Ankara yang sudah datang langsung, melihat kondisi kami, dan memberi semangat untuk terus bekerja dengan baik,” ujar Desi, salah satu PMI asal Lampung.
KBRI Ankara mencatat bahwa hospitality menjadi salah satu sektor paling potensial bagi PMI di Turki, terutama di kota-kota wisata seperti Fethiye, Antalya, Muğla, Bodrum, dan Istanbul.
PMI di sektor itu umumnya bekerja di bidang housekeeping, spa therapist, waiter/waitress, kitchen worker, cleaning service, general worker, staf dapur, dan posisi hotelier lainnya.
Pada 2025, Turki mencatat 52,77 juta wisatawan dengan pendapatan pariwisata sebesar 61,1 miliar dolar AS. Turki juga menempati peringkat ke-5 dunia negara tujuan wisata asing terbesar. Dari sisi pelindungan, pekerja asing legal di Turki memperoleh hak ketenagakerjaan yang sama dengan pekerja Turki.
Berdasarkan data KP2MI, penempatan PMI ke Turki pada 2025 meningkat 151,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, data Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turki juga mencatat saat ini PMI yang memiliki izin kerja yang masih berlaku di Turki sebanyak 13.781 WNI.
Baca juga: Kemlu pulangkan 85 PMI korban modus pemberangkatan ilegal di Turki
Baca juga: KBRI Ankara tangani WNI yang mengaku korban eksploitasi di Turki
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































