Cara sederhana untuk memperlambat perkembangan miopia pada anak

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata anak dr. Indah Saraswati, BMEDSC(Hons), Sp.M menyampaikan cara-cara sederhana untuk memperlambat perkembangan miopia atau rabun jauh pada anak.

"Yang paling penting dan paling gratis itu outdoor activity," kata dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita itu dalam acara Healthy Vision Day yang diselenggarakan oleh EssilorLuxottica Indonesia di Jakarta pada Selasa.

"Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena sinar matahari. Minimal dua jam sehari," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa aktivitas di luar ruangan tidak harus dilakukan di bawah terik matahari.

Anak-anak dapat diajak bermain atau sekadar duduk-duduk di teras rumah pada pagi atau sore hari sambil melihat objek yang berjarak jauh agar mata tidak terus-menerus berfokus pada objek dekat.

"Kalau misalnya di kota orang tua khawatir anak bermain di luar, duduk di teras juga tidak apa-apa. Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena matahari," kata dr. Indah.

Baca juga: Dokter tekankan pentingnya deteksi dini miopia pada anak

Selain memperbanyak aktivitas di luar ruangan, dr. Indah mengingatkan orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak melihat objek dari jarak dekat, termasuk menggunakan gawai terlalu lama.

Kegiatan seperti membaca buku atau menggambar, menurut dia, sebaiknya juga diselingi dengan waktu istirahat agar mata tidak terus bekerja pada jarak dekat.

Saat membaca, ia mengatakan, anak-anak sebaiknya disarankan untuk menjaga jarak sedikitnya 30 sentimeter dari bacaan dan menerapkan aturan 20-20-20.

Yang dimaksud dengan aturan aturan 20-20-20 yakni setiap 20 menit melihat pada jarak dekat mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh sekitar 20 kaki atau enam meter.

Dokter Indah menambahkan, penggunaan gawai pada anak sebaiknya dibatasi tidak lebih dari dua jam per hari.

Selain berpeluang mempercepat perkembangan miopia, menurut dia, terlalu lama menatap layar perangkat elektronik dapat memengaruhi kemampuan berkonsentrasi, kualitas tidur, dan proses belajar anak.

Baca juga: Fase pra-miopia waktu terbaik untuk intervensi mata pada anak

Baca juga: Kegiatan di luar ruangan bantu jaga fungsi penglihatan anak

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |