OJK siapkan tiga fokus pengembangan literasi-inklusi keuangan syariah

5 hours ago 4
Literasi dan inklusi keuangan syariah harus berjalan bersama dengan pengawasan market conduct dan pelindungan konsumen.

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan tiga fokus pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah supaya semakin terarah, optimal, berkelanjutan, serta berdampak luas bagi perekonomian masyarakat.

Seiring upaya itu, OJK menggelar Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (Pokja LIKS) Tahun 2026, yang fokus pada tiga agenda utama.

“Yaitu pertama, menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Kedua, mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, dan financial health. Ketiga, memperkuat sinergi antar-pihak agar menghasilkan langkah yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Dicky menjelaskan, Pokja LIKS mempunyai posisi khusus sebagai mitra strategis OJK yang menjadi forum koordinasi dan ruang untuk menyatukan gagasan, menggerakkan aksi, serta menghadirkan dampak nyata dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Pihaknya berharap program tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan produk keuangan syariah.

“Literasi dan inklusi keuangan syariah harus berjalan bersama dengan pengawasan market conduct dan pelindungan konsumen. Inovasi dapat berkembang secara sehat, dipercaya dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek pelindungan konsumen,” ujar Dicky.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Ketua Badan Harian Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) KH Muhammad Cholil Nafis beserta jajaran pengurus.

Selain itu, dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan organisasi profesi/kemasyarakatan di bidang ekonomi dan keuangan syariah, perwakilan asosiasi dan Self Regulatory Organization (SRO) di sektor jasa keuangan syariah, akademisi, tokoh perempuan, serta influencer/Key Opinion Leader (KOL) yang tergabung sebagai anggota eksternal,

Kemudian, dihadiri pula oleh perwakilan dari satuan kerja kompartemen syariah selaku anggota internal Pokja LIKS.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK sekaligus Koordinator Utama Pokja LIKS M Ismail Riyadi menyampaikan Pokja LIKS telah berperan aktif dalam merumuskan program edukasi serta inklusi keuangan syariah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan mendorong perekonomian.

“Melalui rekomendasi, evaluasi, dan masukan yang disampaikan secara berkala, Pokja LIKS memberikan perspektif substantif maupun strategis dalam penyempurnaan program kerja, perumusan inisiatif baru, serta penguatan arah kebijakan literasi dan inklusi keuangan syariah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri,” ujar Ismail.

Menurutnya, pelaksanaan program-program literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu untuk terus dikembangkan, terutama dalam pemerataan jangkauan, keberlanjutan program, serta konversi pemahaman menjadi penggunaan produk keuangan syariah.

OJK telah melaksanakan berbagai kegiatan LIKS untuk mendorong literasi keuangan syariah, diantaranya Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), serta School of Syariah (SOS).

OJK juga mendorong terlaksananya business matching keuangan syariah melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), dan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS).

Selain itu, dalam rangka mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan, OJK juga melaksanakan Syariah Financial Fair (SYAFIF) dan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS).

“OJK senantiasa mendorong sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan keuangan masyarakat,” ujar Ismail.

Baca juga: OJK: Literasi perlu diperkuat seiring naiknya inklusi keuangan

Baca juga: OJK Malang perkuat pelajar cerdas finansial dengan Kejar dan Rabu

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |