BYD terapkan platform hybrid Heyuan, kapasitas baterai lebih besar

2 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - BYD memperkenalkan arsitektur powertrain terintegrasi baru yang menghadirkan desain ulang sistem knalpot dan tata letak sasis sebagai bagian dari tahap pengembangan kendaraan plug-in hybrid.

Dilaporkan Carnewschina pada Jumat waktu setempat, platform baru dengan nama “Heyuan” berfokus pada pemindahan peredam knalpot dari bagian belakang kendaraan ke ruang mesin depan, sehingga terintegrasi dengan komponen powertrain lainnya.

Hal ini berbeda dengan tata letak konvensional, di mana sistem knalpot biasanya menempati bagian bawah belakang kendaraan.

Baca juga: BYD Seal 07 dengan e-platform 3.0 Evo siap meluncur awal Agustus 2024

Perubahan ini memungkinkan konfigurasi ulang struktur sasis, di mana bagian belakang terbebas dari komponen knalpot, sehingga paket baterai dapat ditempatkan lebih ke tengah.

Hal ini mengubah distribusi bobot dan meningkatkan ruang kabin belakang serta kapasitas kargo.

Diketahui, platform ini telah mulai diproduksi massal pada Denza D9, yang mendukung penggunaan baterai yang lebih besar dibandingkan MPV plug-in hybrid pada umumnya.

Baca juga: BYD Atto 3 baru hadir dengan bodi lebih besar dan platform RWD

Pada Denza D9, tata letak tersebut memberikan tambahan ruang penyimpanan tersembunyi sebesar 126 liter di bagian belakang, sehingga total kapasitas bagasi menjadi 882 liter.

Peningkatan ini berasal dari integrasi muffler belakang ke ruang mesin depan, yang memungkinkan pemanfaatan ruang bawah lantai dan kompartemen belakang secara lebih efisien.

Pada MPV, di mana kapasitas penumpang dan ruang bagasi menjadi faktor utama, tata letak baru ini secara langsung meningkatkan volume penyimpanan yang dapat digunakan tanpa mengubah dimensi keseluruhan kendaraan.

Baca juga: Toyota berencana pakai platform BYD untuk 3 model PHEV di China

Platform ini merupakan bagian dari evolusi berkelanjutan sistem hybrid DM milik BYD setelah DM 5.0.

Meski belum ada konfirmasi resmi terkait peluncuran “DM 6.0”, arsitektur ini menghadirkan perubahan gabungan pada perangkat keras dan perangkat lunak.

Perubahan tersebut mencakup kontrol domain tenaga terintegrasi, algoritma perangkat lunak yang diperbarui, serta kompatibilitas dengan teknologi pengisian cepat (flash charging).

Sistem ini tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi termal dan konsumsi bahan bakar, tetapi juga mengintegrasikan manajemen energi berbasis perangkat lunak.

Baca juga: BYD luncurkan platform pengembangan aplikasi mobil

Platform DM 5.0 milik BYD pada dasarnya adalah sistem powertrain plug-in hybrid yang berfokus pada efisiensi mesin, integrasi penggerak listrik, dan pengurangan konsumsi bahan bakar.

Sistem ini menggabungkan mesin pembakaran efisiensi tinggi, motor listrik, dan manajemen baterai dalam satu strategi hybrid terpadu.

Sebaliknya, platform “Heyuan” berfokus pada arsitektur fisik dan pengemasan.

Perubahan utamanya adalah pemindahan dan integrasi komponen knalpot ke ruang mesin depan, yang memengaruhi tata letak sasis, posisi baterai, dan ruang interior.

Baca juga: BYD naikkan harga fitur ADAS karena biaya chip memori melonjak

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |