Barantin dorong penguatan laboratorium karantina secara bertahap

2 days ago 3
Ya idealnya memang Barantin ini harus ada laboratorium yang terintegrasi yang besar di semua titik, tapi kita harus berproses pelan-pelan

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong penguatan laboratorium karantina secara bertahap guna meningkatkan kemampuan pengawasan terhadap komoditas yang masuk ke Indonesia.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan penguatan laboratorium diperlukan untuk mendukung efektivitas pengawasan, terutama dalam memastikan aspek kesehatan komoditas.

“Ya idealnya memang Barantin ini harus ada laboratorium yang terintegrasi yang besar di semua titik, tapi kita harus berproses pelan-pelan,” kata Karding di Kantor Badan Karantina Indonesia, Jakarta, Senin.

Karding mengatakan laboratorium terintegrasi dibutuhkan untuk mendukung pemeriksaan komoditas di berbagai titik pemasukan.

Menurut dia, ketersediaan laboratorium yang lebih luas dan memadai akan memperkuat kemampuan Barantin dalam mendeteksi risiko kesehatan pada komoditas yang masuk.

Barantin memiliki 38 unit pelaksana teknis (UPT) operasional dan 2 UPT nonoperasional yang tersebar di berbagai titik pemasukan dan pengeluaran strategis, seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.

Laboratorium karantina saat ini berada di 38 UPT operasional tersebut serta satu UPT nonoperasional khusus laboratorium, yakni Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Ia menambahkan penguatan kapasitas laboratorium juga menjadi bagian dari modernisasi sistem karantina nasional.

Selain itu, Barantin telah memiliki peralatan untuk mendukung pengujian, termasuk pemeriksaan terhadap aspek tertentu pada produk.

“Sekarang saja alat (deteksi) produk halal kita pakai. Barantin sudah punya,” ujarnya.

Karding mengatakan penguatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui modernisasi fasilitas laboratorium, termasuk peningkatan peralatan, perbaikan sarana, serta penguatan sumber daya manusia di berbagai unit layanan karantina.

Ia menuturkan laboratorium terintegrasi idealnya tersedia di seluruh titik pemasukan komoditas.

Namun, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan proses karena harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung di lapangan.

Barantin telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun untuk modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia hingga 2027.

Modernisasi itu mencakup penggantian peralatan laboratorium, perbaikan gedung, peningkatan sistem layanan, serta penguatan sumber daya manusia.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat fungsi laboratorium dalam mengawal kinerja kekarantinaan, sekaligus meningkatkan kecepatan layanan dan transparansi.

Dengan penguatan laboratorium tersebut, Barantin diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan serta menjaga keamanan komoditas yang beredar di dalam negeri.

Baca juga: Barantin-BPJPH jajaki kerja sama pengawasan komoditas impor halal

Baca juga: Kepala Barantin fokus perkuat pengawasan dan jaga arus perdagangan

Baca juga: Profil Abdul Kadir Karding, eks legislator yang kini pimpin Barantin

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |