Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Ikopin University Sugiyanto mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus mampu menjaga ketersediaan barang, harga yang kompetitif, dan kualitas layanan agar mampu membangun kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan koperasi.
Dalam webinar yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa, Sugiyanto mengatakan Program KDKMP memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian desa.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam mengelola koperasi, terutama pada tahap awal operasional.
"Kalau melihat programnya ini adalah program yang sangat luar biasa. Kata kuncinya satu, konsistensi semua pihak," ujar Sugiyanto.
Ia menjelaskan berbagai unit usaha yang dijalankan KDKMP, seperti penyaluran LPG dan kebutuhan pokok, pada dasarnya telah lebih dulu dijalankan oleh pelaku usaha di masyarakat.
Oleh karena itu, ia menyebut koperasi harus mampu menawarkan nilai tambah agar mendapat kepercayaan masyarakat.
Sugiyanto menilai Koperasi Merah Putih perlu memastikan barang selalu tersedia, memiliki harga yang lebih terjangkau, kualitas yang baik, serta memberikan pelayanan yang tepat waktu.
"Jangan sampai membeli di KDKMP nanti tidak ada, tidak tersedia karena kehabisan. Manajemen stoknya harus berjalan," katanya.
Menurut dia, aspek operasional tersebut menjadi perhatian penting mengingat ekspektasi masyarakat terhadap KDKMP cukup tinggi.
Baca juga: Kemendagri dan pemda perkuat verifikasi dukung Koperasi Merah Putih
Baca juga: KDKMP Kober dan ikhtiar menjadikan koperasi lebih berdaya
Apalagi, pada tahap awal pembentukannya, koperasi memperoleh dukungan pemerintah mulai dari permodalan, pembangunan sarana, hingga penyiapan manajemen.
Ia menyebut model pengembangan KDKMP berbeda dengan koperasi pada umumnya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat atau bottom-up, karena program tersebut disiapkan pemerintah secara top-down.
Kendati demikian, ia menilai kedua model tersebut dapat berhasil selama mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebelumnya menyampaikan KDKMP disiapkan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui integrasi berbagai layanan yang dibutuhkan warga.
Menurut Ferry, melalui KDKMP masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, penyaluran pupuk dan LPG bersubsidi, layanan kesehatan melalui apotek dan klinik, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan.
Ia mengatakan integrasi berbagai layanan tersebut diharapkan mampu mempersingkat rantai distribusi sehingga menjadi lebih efisien dan mudah dijangkau masyarakat.
Selain berfungsi sebagai badan usaha koperasi, KDMP juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program dan layanan pemerintah.
Saat ini sudah ada sekitar 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah menargetkan 40 ribu koperasi beroperasi hingga akhir tahun ini.
Baca juga: Kemensos simulasikan penyaluran bansos lewat Koperasi Merah Putih
Baca juga: Menko Pangan percepat rampungkan Perpres terkait operasional KDKMP
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































