Waspada, aktivitas gempa Gunung Lokon Sulut melonjak capai 111 kali

2 hours ago 2
"Potensi meletus bisa saja terjadi

Manado (ANTARA) - Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Armando Menguleh menyebutkan kegempaan vulkanik dangkal Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, naik signifikan mencapai 111 kali.

"Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Lokon sudah dimulai sejak tanggal 20 Agustus dan kemarin tanggal 27 Agustus kegempaan naik signifikan," kata Armando di Tomohon, Jumat.

Dia menyebutkan pada kondisi normal kegempaan vulkanik Gunung Lokon diperkirakan 10-20 kali, sementara di tanggal 27 Agustus 2026 kegempaan naik menjadi 111 kali.

Baca juga: Pemkot Tomohon larang pendakian Gunung Lokon guna cegah karhutla

Gempa-gempa vulkanik dangkal yang terekam tersebut, kata dia, mengindikasikan adanya aktivitas suplai magma dalam ke permukaan meski tidak terlalu besar.

"Peningkatan kegempaan tersebut sudah kami sampaikan ke pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti," katanya.

Dengan kondisi kegempaan yang mengalami kenaikan signifikan tersebut, lanjutnya, warga diharapkan tidak melakukan aktivitas pendakian menuju kawah ataupun puncak Gunung Lokon.

"Potensi meletus bisa saja terjadi," ujar Armando Menguleh.

Baca juga: ESDM: Vulkanik dangkal dan tektonik jauh dominasi kegempaan Gunung Lokon

Armando berharap rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipatuhi masyarakat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Rekomendasi yang harus dipatuhi saat status Gunung Lokon Level II (Waspada) antara lain masyarakat dan wisatawan tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan-Gunung Lokon.

Sebelumnya Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan tingkat aktivitas Gunung Lokon dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) tanggal 31 Januari 2025 pukul 06:00 WITA.

Armando menyebutkan letusan terakhir Gunung Lokon terjadi pada Agustus 2015.

Baca juga: Masyarakat diingatkan tidak beraktivitas di radius bahaya kawah Lokon

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |