Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa Iran sedang “runtuh total” di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
“IRAN RUNTUH TOTAL!!! Presiden DJT (Donald J. Trump),” tulis Trump di platform Truth Social miliknya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Pernyataan tersebut menggemakan klaim-klaim sebelumnya mengenai kondisi ekonomi dan militer Iran.
Pada Minggu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa AS sedang memasuki “economic D-Day” terhadap Iran, menyusul apa yang ia gambarkan sebagai upaya pemerintahan Trump membongkar kemampuan militer dan nuklir Republik Islam tersebut.
“Presiden (Donald) Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya,” kata Bessent dalam unggahan di platform media sosial X.
Trump pada Jumat mengatakan bahwa ia masih meyakini Iran belum siap mencapai kesepakatan yang tepat dengan Washington, sementara langkah-langkah ekonomi yang semakin ketat diberlakukan terhadap Teheran.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat,” ujar Trump kepada wartawan.
“Mereka tidak punya uang, tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, maupun polisi mereka. Mereka mengalami inflasi 350 persen,” tambahnya.
Trump juga mengisyaratkan bahwa AS mempertahankan “kendali penuh” atas kawasan di sekitar Selat Hormuz, termasuk jalur perairan strategis tersebut dan wilayah daratan di sekitarnya di Iran bagian selatan.
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang menyerukan penghentian permusuhan serta pemulihan pelayaran melalui selat tersebut. Namun, kesepakatan itu kemudian gagal terlaksana akibat perselisihan mengenai ketentuan penerapannya dan masa depan navigasi di jalur perairan tersebut.
Konflik tersebut bermula pada akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah sasaran di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Bessent: "Economic D-Day" terhadap Iran dimulai
Baca juga: Iran: Kapal yang melanggar aturan transit Selat Hormuz dapat disita
Baca juga: Iran akan tutup Hormuz jika AS lanjutkan perang ekonomi
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































