Dirut ANTARA: Kraton Majapahit gambaran kekuatan Bangsa Indonesia

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan Kraton Majapahit Jakarta yang didirikan oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono memberikan gambaran bertapa besarnya kekuatan Bangsa Indonesia terutama kekuatan angkatan perangnya di era Kerajaan Majapahit.

Gambaran itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan kunjungan ke Kraton Majapahit Jakarta, Senin, bersama Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali beserta staf dan mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar, Senin.

"Kraton Majapahit ini sebagai upaya dari seorang jenderal, Pak A.M Hendropriyono yang betul-betul melihat bahwa identitas suatu bangsa itu harus diperkuat dengan melihat kepada sejarah asalnya," kata Benny.

Dalam kunjungan tersebut, Benny bersama Kasal, Agum Gumelar dan pejabat lainnya diajak berkeliling Kraton Majapahit yang menampilkan replika yang berkaitan dengan Majapahit seperti kereta kencana, patung Gajah Mada, Pangeran Jaya Samudera. Replika air terjun Madakaripura yang menjadi tempat pertapaan terakhir Maha Patih Gajah Mada.

Kegiatan kunjungan tersebut juga diisi dengan jamuan ala Kraton Majapahit, lalu penayangan video tentang kerajaan Mahapahit, pertunjukan tarian Gajah Mada satukan nusantara, dan video lahirnya Aksara Nusantara.

Dari penanyangan video berdurasi enam menit itu, menggambarkan kekuatan bangsa Indonesia di era Majapahit. Dan keteguhan seorang Patih Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa.

Benny menyebut bahwa sejarah besar Bangsa Indonesia tidak dapat dilepas dari sejarah besar Majapahit dengan kekuatan angkatan perangnya yang kini direpresentasikan oleh TNI dan Polri.

"Berbicara tentang Indonesia yang ternyata berawal dari Nusantara dan berawal juga dari sebuah kekuatan angkatan perang yang betul-betul kuat dengan Kerajaan Majapahit, dengan Patinya yang Gajah Mada," ujarnya.

Menurut Benny, kehadiran Kraton Majapahit menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa bahwa Indonesia sejak pertama sejarah sudah memiliki kekuatan besar. Nilai sejarah tersebut perlu terus digaungkan sehingga mengembalikan identitas kebesaran Indonesia di pergaulan global.

"Jadi ini adalah bangsa yang besar. Dan itu perlu terus digaungkan, diperkuat, dengan menghidupkan kembali sebuah cerita sejarah yang menghubungkan masa lalu ke masa depan. Dengan demikian ada sebuah kekuatan identitas yang akan memberikan kembali kebesaran Indonesia dalam sebuah pergaulan dunia yang global ini," kata Benny.

Sementara itu, A.M Hendropriyono mengatakan Kraton Majapahit sebagai tempat pengingat bagi generasi penerus Bangsa Indonesia, bahwa bangsanya memiliki peradaban 200 tahun sebelum Amerika ditemukan oleh Christopher Columbus.

Ia menyebut, ruh dari peradaban bangsa Indonesia ada pada kebudayaannya. Sesuai arahan Menteri Kebudayaan, dirinya menggali tradisi warisan luhur bangsa, salah satunya seperti tokoh Gajah Mada, agar tidak hilang tergerus zaman, dan terus digaungkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Selain itu, kita juga harus menjawab tantangan. Tantangan dari Sumpah Pemuda, yakni kita mempunyai satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia," kata Hendro.

Senada, mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar juga menilai keberadaan Kraton Majapahit membuatnya mengingat kembali pelajaran sejarah terdahulu Bangsa Indonesia.

Baginya sejarah dapat diambil manfaatnya terutama dalam rangka mempersatukan Nusantara.

"Saya sebetulnya tidak terlalu mendalami sejarah, tapi dengan penjelasan tadi, saya jadi teringat kembali pelajaran sejarah dulu. Kita bisa mengambil manfaatnya, terutama dalam rangka mempersatukan nusantara. Itu satu semangat yang sudah lahir dari zaman Majapahit, dan sampai sekarang kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan," kata Agum.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |