PWRI dorong lansia berdaya lewat peran sosial dalam komunitas

5 hours ago 2
Di Jepang itu orang senior dihargai karena pengalaman dan kedewasaannya. Mereka tetap merasa punya tanggung jawab untuk memajukan negaranya

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Andreas Anugerah mendorong lansia untuk tetap berdaya menjadi kelompok yang produktif melalui peran-peran sosial dalam komunitas.

"Kita (PWRI) itu ingin bergerak melalui komunitas. Oleh sebab itu kami sebetulnya ingin seperti di Muslim itu ada pengajian-pengajian, karena ternyata mereka itu sudah ada kelompok-kelompoknya sendiri. Selain itu juga di gereja atau kelompok-kelompok ibadah lainnya," kata Andreas dalam Perayaan Paskah PWRI 2026 di Jakarta, Sabtu.

Ia juga menyinggung budaya di Jepang yang sangat menghargai peran para lansia dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Menurutnya, penghormatan terhadap senior membuat lansia di negara tersebut tetap aktif dan mandiri.

Baca juga: Mendukbangga: Sekolah Lansia cegah penduduk menua kesepian

"Di Jepang itu orang senior dihargai karena pengalaman dan kedewasaannya. Mereka tetap merasa punya tanggung jawab untuk memajukan negaranya," ujar Andreas.

Andreas menilai lansia perlu terus diberdayakan agar tidak hanya dipandang sebagai kelompok usia rentan, tetapi tetap memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat karena lansia dapat menjadi sumber doa, teladan, serta penyangga moral bagi generasi muda.

"Kita mungkin sudah tidak bisa banyak berbuat secara fisik, tetapi doa orang tua untuk anak-anaknya tetap penting," paparnya.

Ia melanjutkan perhatian pemerintah terhadap lansia kini sudah meningkat, sehingga yang terpenting yakni bagaimana seluruh elemen masyarakat turut membangun kesadaran bahwa lansia tetap bisa berdaya. Oleh karena itu Andreas mengajak para lansia tetap bertumbuh dalam iman meski usia terus bertambah.

Baca juga: Bahagia dan berdaya di usia senja

"Umur boleh tua terus, tetapi imannya tetap sama. Saya sendiri baru di usia 76 tahun, merasa firman Tuhan itu nyata," ujar dia.

Ia mengaku pengalaman hidup membuat dirinya memahami bahwa kedewasaan iman tidak selalu berkaitan dengan usia, mengingat banyak lansia merasa sudah cukup matang, sehingga enggan menerima perubahan dalam hidup spiritualnya.

"Tidak ada kaitannya antara umur dengan keimanan. Saya juga bukan orang yang sempurna, tetapi di usia setua ini saya merasa diperbarui," paparnya.

Untuk diketahui, PWRI merupakan wadah tunggal bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca juga: Kemendukbangga asah produktivitas lansia dukung ekonomi lewat Sidaya

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |