Jakarta (ANTARA) - Keberlanjutan budaya keselamatan kerja dalam operasional industri energi memerlukan pendekatan sistemik yang menyeluruh. Di Badak LNG hal ini diwujudkan melalui penguatan peran kepemimpinan di semua level serta implementasi program berbasis perilaku yang dilakukan secara konsisten.
Perusahaan secara rutin melakukan monitoring melalui indikator leading dan lagging, melakukan investigasi insiden sebagai sarana pembelajaran (learning from event), hingga melaksanakan tinjauan manajemen secara berkala. Guna memastikan keterlibatan seluruh personel, berbagai inisiatif seperti Safety Leadership Engagement, Management Walkthrough, serta pemberian reward, recognition & consequences bagi pekerja senantiasa dikedepankan. Langkah ini juga mencakup penguatan kolaborasi dengan mitra kerja dan pemangku kepentingan untuk memastikan standar keselamatan yang seragam di seluruh area operasional kilang.
Atas inisiatif-inisiatif tersebut di atas, Badak LNG dianugerahi penghargaan bintang 5 (Platinum) dalam ajang WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026. Penganugerahan ini berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Dalam ajang tahun ini, Badak LNG memborong lima penghargaan sekaligus, yaitu peringkat Platinum Level 5, Concerned ESG, top Performance Zero Accident, serta Piala Terbaik yang merupakan kategori penghargaan baru di tahun ini. Selain itu, President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin, turut dianugerahi penghargaan Concerned CEO Top Leadership Award.
Penghargaan yang diberikan oleh World Safety Organization (WSO) ini merupakan pengakuan atas efektivitas pengelolaan K3 perusahaan yang mencakup kebijakan manajemen, safety leadership, hingga aspek strategis seperti pengelolaan lingkungan dan kesehatan kerja. Tim penilai WISCA melakukan evaluasi mendalam, mulai dari verifikasi dokumen hingga Focus Group Discussion (FGD) guna memastikan keselarasan antara sistem dengan implementasi nyata di lapangan.
Capaian ini pun berjalan selaras dengan rekor keselamatan kerja Perusahaan yang terus terjaga selama lebih dari 19 tahun. Terhitung sejak 8 Desember 2006 hingga 31 Maret 2026, Badak LNG berhasil mempertahankan jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan hari kerja hingga 135 juta jam kerja aman. Konsistensi tersebut menjadi cerminan dari implementasi budaya K3 yang dijalankan di seluruh lini operasional.
Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho menyampaikan bahwa pencapaian lima penghargaan ini merupakan raihan terbanyak selama keikutsertaan Perusahaan dalam ajang WISCA. “Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan buah dari perlindungan Tuhan Yang Maha Esa serta kerja keras dari seluruh pekerja, mitra kerja, dan keluarga. Saya mewakili jajaran Direksi dan Manajemen mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pekerja dalam memberikan kontribusi untuk menjaga kilang tetap aman," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek terpenting bagi Perusahaan saat ini ialah konsistensi dalam menjaga keamanan operasional kilang. “Prestasi ini bukanlah garis finish, melainkan motivasi bagi kita untuk terus berperilaku, berpikir, dan bertindak dengan mengacu pada aspek keselamatan. Kita harus menjadikan safety sebagai budaya dalam setiap tindakan kita," tambahnya.
Capaian WISCA 2026 menambah daftar apresiasi yang diterima perusahaan, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan serupa pada 2025. Selain di bidang keselamatan kerja, operasional Badak LNG juga berjalan berdampingan dengan aspek pengelolaan lingkungan yang tahun ini kembali membuahkan predikat PROPER Emas untuk ke-15 kalinya. Capaian-capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam mengelola operasional kilang yang aman dan selaras dengan kelestarian lingkungan.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































