Presiden tinjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo untuk mendukung dan memperkuat peran nelayan Indonesia sebagai bagian dari perkembangan ekonomi biru.

"Saya mau lihat adanya Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dirintis dibangun di Gorontalo ini dan saya lihat tadi sudah ada pembuat es di sini, sudah ada gudang pendingin, beberapa fasilitas. Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia," kata Presiden Prabowo di hadapan masyarakat di Leato Selatan, diikuti secara daring dari Jakarta, Sabtu.

Presiden menyatakan bahwa tujuan dari dari pemerintah adalah memastikan pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup nelayan Indonesia. Hal itu mengingat peran nelayan tidak hanya dari segi perekonomian tapi juga mendukung peningkatan gizi, karena ikan menjadi sumber protein yang penting bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, penguatan peran nelayan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai kondisi swasembada pangan.

Di sisi lain, pendirian Kampung Nelayan Merah Putih itu juga mendukung target pemerintah untuk mengembangkan ekonomi biru yang berfokus pada sumber daya kelautan.

Kepala Negara menargetkan untuk membangun 1.386 Desa/Kampung Nelayan di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun 2026. Data pemerintah memperlihatkan terdapat sekitar 12 ribu desa nelayan di Tanah Air.

"Tahun depan kita akan bangun lagi. Berapa tahun depan? Seribu. Dan seterusnya kita akan bangun tiap tahun seribu," kata Presiden.

Tidak hanya itu, Kepala Negara menyampaikan pemerintah pada tahun ini berencana membangun 1.582 kapal ikan yang akan dibagikan sebagai bantuan kepada nelayan Indonesia. Bantuan itu akan diserahkan melalui koperasi nelayan.

Baca juga: Prabowo targetkan 6 juta nelayan sejahtera lewat 1.386 Kampung Nelayan

Baca juga: Prabowo targetkan 1.386 desa nelayan diresmikan Desember 2026

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |