Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan 1.582 unit kapal ikan kepada nelayan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Dipantau secara daring dari Jakarta, Sabtu, Presiden Prabowo menyampaikan di hadapan masyarakat Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo bahwa program itu ditargetkan untuk mendukung pemberdayaan nelayan Indonesia demi memastikan terjadi perbaikan ekonomi.
"Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu," kata Prabowo.
Presiden mengatakan bahwa bantuan kapal itu akan diserahkan melalui koperasi nelayan dan skema lebih rinci akan diatur secara lebih lanjut.
"Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal yang besar," kata Presiden menambahkan.
Tidak hanya kapal, pembangunan Desa/Kampung Nelayan juga terus dikejar pemerintah, dengan ditargetkan 1.386 desa dapat diresmikan di seluruh Indonesia sampai dengan akhir 2026.
Tidak berhenti sampai di situ, Prabowo menekankan bahwa pembangunan Desa/Kampung Nelayan juga akan terus dilanjutkan di wilayah lain.
Kepala Negara meminta setiap tahunnya di sekitar 1.000 desa dapat dibangun fasilitas yang akan mendukung kegiatan nelayan Indonesia.
Beberapa fasilitas yang akan disediakan dalam program itu, termasuk pembangunan fasilitas pembuatan es, gudang pendingin serta fasilitas pengisian bahan bakar khusus untuk kapal nelayan.
Beberapa saat sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau Pulau Miangas di Sulawesi Utara, dan berkesempatan menyerahkan bantuan satu unit kapal nelayan berukuran 15 gross tonnage (GT) dengan kapasitas awak lima orang.
Baca juga: Presiden tinjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo
Baca juga: Presiden: Tahun ini Miangas sudah ada satu desa nelayan
Baca juga: Prabowo targetkan 1.386 desa nelayan diresmikan Desember 2026
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































