Jakarta (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan keistimewaan bulan Dzulhijjah harus diisi dengan amal saleh dan menjauhi kezaliman.
Sekretaris Dewan Syariah Pusat DSP PKS Mahfud Mahfudz Mahfud mengatakan Dzulhijjah termasuk empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
"Ibarat kata ketika kita menjelang bulan Ramadhan ada tarhib Ramadhan, maka ini bisa dikatakan sebagai tarhib Dzulhijjah, mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan Dzulhijjah," ujar Mahfud dalam kegiatan Launching Syiar Zulhijjah, di Jakarta, Kamis (7/5), seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan bentuk kezaliman yang dilarang Allah SWT, yakni menjalankan dan melakukan kemaksiatan serta meninggalkan ketaatan.
Mahfud pun menyoroti keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah. Pada momentum tersebut, berbagai ibadah berkumpul, mulai dari puasa, shalat Idul Adha, kurban, hingga ibadah haji.
"Rasulullah memberikan motivasi mengatakan tidak ada hari-hari yang Allah lebih mencintai daripada 10 hari yang pertama di bulan Dzulhijjah," katanya.
Dengan begitu, ia mengajak umat Islam menyambut bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ketaatan, menjauhi kemaksiatan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Ia berharap masyarakat menjadikan kurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus solidaritas sosial.
"Semoga ini bisa menumbuhkan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina, saudara kita di Sumatera yang belum tuntas recovery-nya. Mari kita berikan solidaritas kita, kita tunjukkan kepedulian kita dengan berkurban," ucap Mahfud.
Adapun Syiar Dzulhijjah merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh PKS untuk menguatkan ketakwaan, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), dan kepedulian sosial umat menyambut bulan Zulhijah.
Kegiatan tersebut mengombinasikan berbagai nilai ibadah spiritual keagamaan dengan aksi nyata pelayanan sosial kemasyarakatan.
Melalui Syiar Dzulhijjah, PKS membawa tiga narasi utama berupa ketaatan spiritual, solidaritas sosial, serta persaudaraan global
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































