Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan instalasi tangki septik komunal dengan pemanfaatan biogas di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis.
Pram, sapaan akrab Pramono, mengapresiasi Pemerintah Kota Jakarta Timur dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sistem sanitasi terpadu berbasis biogas tersebut.
“Bagi saya, yang paling menggembirakan ketika Pak Wali Kota melaporkan bahwa sekarang ini untuk BAB (buang air besar) terbuka di Jakarta Timur sudah 0 persen, karena semuanya dimanfaatkan dengan fasilitas yang seperti ini,” ujar Pramono di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut dia, program tangki septik komunal biogas itu terbukti memberikan dampak besar. Dia pun menilai program itu tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.
Selain mengurangi ketergantungan warga terhadap gas LPG, sistem tersebut juga berkontribusi menekan tingkat bakteri E. Coli di lingkungan permukiman.
“Warga yang dulu harus beli LPG, sekarang tidak perlu lagi. Mereka bisa menghemat sampai 1,2 juta rupiah per tahun,” kata Pramono.
Dalam kunjungannya, Pramono sempat mencoba menggoreng telur dengan menggunakan gas hasil olahan limbah tinja warga tersebut.
Dia mengatakan capaian di Jakarta Timur itu akan menjadi model pengembangan sistem biogas di wilayah lain di Jakarta, termasuk di perkantoran pemerintah dan swasta.
Baca juga: Pembangunan tangki septik komunal terintegrasi dinilai layak apresiasi
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan sampai dengan saat ini, instalasi biogas yang terdapat di tiga titik telah melayani 439 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa.
Selain itu, program tangki septik komunal tanpa biogas juga terus berjalan dan telah menjangkau hampir 3.000 KK di berbagai wilayah.
“Dari groundbreaking di Bidara Cina sampai sekarang, sudah hampir 3.000 KK terselesaikan. Ini akan terus berlanjut,” terang Munjirin.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan pihaknya mampu menekan angka BAB sembarangan menjadi nol persen melalui sistem tangki septik komunal tersebut.
Dalam program itu, limbah dari sistem tersebut diolah menjadi biogas dan disalurkan ke rumah-rumah warga.
Munjirin menambahkan keberhasilan itu tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga hasil dari edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Pemkot Jaktim kebut pembangunan tanki septik komunal di tiga kelurahan
Baca juga: Pembangunan tangki septik komunal di DKI dinilai perlu dipercepat
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































