Jakarta (ANTARA) - Pelatih Kesatria Bengawan Solo Anthony Garbelotto mengatakan perbaikan mental bertanding menjadi kunci kemenangan 95-84 melawan Dewa United Banten dalam pertandingan IBL di Sritex Arena Solo, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu malam.
Menurut dian, timnya menunjukkan perkembangan positif terutama kesiapan mental setelah beberapa kekalahan yang memengaruhi performa dan komunikasi antarpemain.
"Kami juga lebih siap menghadapi pertandingan hari ini, seharusnya kami bisa bermain lebih bagus lagi dan begitu seterusnya," kata Garbelotto setelah pertandingan.
Dia mengatakan respons pemain dalam menjalankan rencana bermain menjadi faktor penting yang memenangkan laga ini.
Menurut pelatih asal Inggris itu, Kesatria disiplin bertahan dengan menerapkan zone defense dan skema box-one pada kuarter ketiga untuk membatasi pergerakan lawan, khususnya Rio Disi.
Strategi itu efektif meredam tim tamu yang tetap kompetitif, meski tanpa dua pemain asing andalannya akibat cedera, yakni Joshua Ibarra dan Jordan Lavell Adams.
Baca juga: Kesatria Bengawan Solo bungkam juara IBL 2025 dengan skor 95-84
Pemain Kesatria Abraham Renoldi Wenas menambahkan bahwa kebangkitan tim tidak lepas dari upaya memperbaiki mental bertanding.
"Kami mencoba untuk fokus memperbaiki mental sebagai pemain dan sisanya tinggal fokus di defense dari apa yang pelatih mau," ujar Wenas.
Kemenangan itu menjadi modal penting bagi Kesatria untuk konsisten pada laga berikutnya.
Tim Solo tersebut berharap tren positif berlanjut seiring meningkatnya kepercayaan diri pemain dan soliditas permainan, terutama pertahanan yang menjadi perhatian utama tim sepanjang awal musim.
Kesatria Bengawan kini memiliki catatan menang-kalah 3-6, sedangkan Dewa United Banten bercatatan 5-2.
Baca juga: Defense jadi evaluasi utama Pacific Caesar usai tumbang lawan Rans
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































