Ini penyebab sejumlah kios di Pasar Cipulir cenderung sepi

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, mengungkap penyebab sejumlah kios cenderung sepi setelah mengikuti hak pakai kios yang ditetapkan Pasar Jaya.

"Pengelolaan kios di Pasar Cipulir mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Pasar Jaya, yakni hak pakai kios atau tempat usaha berlaku selama 20 tahun atau menyesuaikan masa pakai dengan bangunan pasar," kata Manager Area Pasar Jaya 10, Muhammad Ikhsan.

Dia saat ditemui di Pasar Cipulir Jakarta, Rabu, mengungkapkan, ada sejumlah kondisi yang menyebabkan munculnya kios-kios yang ditutup ataupun diberikan keterangan penutupan sementara.

Salah satunya penutupan dapat terjadi jika pedagang tidak memenuhi kewajiban pembayaran yakni sistem pengelolaan kas non-tunai (CMS/Cash Management System) Pasar Jaya.

"Jadi proses penutupan sementara itu bila pedagang tidak membayar biaya pengelolaan pasar atau CMS," katanya.

Baca juga: Perbaikan turap di pintu masuk Pasar Cipulir untuk cegah banjir

Dalam ketentuannya, pengelola akan memberikan peringatan satu sampai tiga, surat pemberitahuan penutupan sementara sampai ke pembatalan tempat usaha.

Kemudian, alasan lainnya, yakni perubahan pola belanja ke pemesanan secara daring atau jarak jauh yang dilakukan pedagang grosir.

Pasar Cipulir dikenal sebagai salah satu sentra tekstil grosir selain Tanah Abang dengan segmentasi harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Proyek saluran air dan rumah pompa SDA DKI dilanjutkan pada April 2026

Pembeli yang datang ke Pasar Cipulir berasal dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. Saat ini, para pembeli yang berasal luar daerah itu tidak selalu datang langsung ke pasar.

Maraknya sistem pesan daring dan penjualan berbasis media sosial membuat sebagian pembeli tidak lagi datang langsung ke pasar.

Karena itu, kondisi ini berdampak pada tingkat kunjungan dan aktivitas transaksi di sejumlah kios, sehingga pengelola dan pedagang dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan sistem perdagangan digital.

Baca juga: Pedagang Pasar Cipulir keluhkan sepi pembeli imbas banjir

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |