Polisi usut kasus pelajar siram air keras di Jakpus

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengusut kasus pelajar menyiram air keras ke sesama pelajar di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik telah mengamankan serta menganalisis video yang viral terkait insiden tersebut.

"Kami sudah menangani kemudian melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis video yang ada di media sosial," ujar Roby saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengantongi identitas pelaku serta kendaraan yang digunakan pelaku saat melancarkan aksi kriminalnya.

"Kami juga sudah mengetahui identitas, tapi ini kemungkinan, dari pelaku, kendaraannya atau pelakunya sendiri," tutur Roby.

Baca juga: Polisi amankan 11 remaja bawa sajam dan air keras di Tanjung Priok

Polisi mengonfirmasi ke salah satu korban yang mengalami cedera pada bagian mata akibat siraman air keras tersebut. Karena itu polisi belum dapat mengambil keterangan dari korban.

Untuk korban ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat ditangani di rumah sakit tapi saat ini sudah kembali ke rumah. "Namun mengingat keadaan, korban masih belum siap dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian," katanya.

Menyusul pelaku dan korban masih di bawah umur, kasus itu kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.

Baca juga: Empat pelajar di Jakarta Utara jadi tersangka penyiram air keras

Dalam video yang viral di media sosial (medsos), ketiga pelaku mengendarai satu sepeda motor usai menyiapkan air keras untuk menyiram korban. Sementara itu, korban bersama dua orang temannya juga melaju dari arah berlawanan menggunakan satu sepeda motor.

Saat sepeda motor korban mendekat, sepeda motor pelaku memotong jalur korban, lalu pelaku menyiram air keras ke arah korban.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku kabur dari lokasi. Sepeda korban pun terus melaju menjauh dari lokasi. Dalam video, korban terlihat memegang matanya akibat kesakitan.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |