Pemprov Papua dan Kementan mulai cetak sawah rakyat

1 hour ago 3

Jayapura (ANTARA) - Kementerian Pertanian dan Pemprov Papua memulai pelaksanaan cetak sawah rakyat secara masif untuk sisa tahun anggaran 2026, sebagai bagian dari pilar utama dalam membentengi ketahanan pangan nasional dari wilayah timur Indonesia.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto mengatakan seluruh kontrak pekerjaan cetak sawah telah ditandatangani sejak pertengahan Mei 2026 dan kini memasuki tahap pelaksanaan.

"Kami berkomitmen memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar sehingga menghasilkan lahan pertanian yang produktif dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat," katanya usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Komitmen Pelaksana Konstruksi Program Cetak Sawah Rakyat di Jayapura, Senin.

Menurut Hermanto, dengan dilakukan rapat tersebut menjadi penanda dimulainya pekerjaan lapangan pada sejumlah lokasi yang telah ditetapkan.

"Kami sudah membuat komitmen bersama agar pekerjaan cetak sawah ini dilakukan dengan baik dan berkualitas. Yang paling penting, hasilnya nanti bisa dimanfaatkan petani untuk ditanami dan dipanen," ujarnya.

Baca juga: Ditjenpas Kalsel cetak sawah rakyat wujudkan pembinaan pertanian

Dia menjelaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari tingkat keterlibatan masyarakat setempat dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan.

"Karena itu, petani dan kelompok tani di wilayah sasaran diminta menjadi pelaku utama dalam program tersebut sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi pengembangan sawah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan program cetak sawah rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang telah disosialisasikan kepada masyarakat sejak awal tahun.

"Dimulainya pekerjaan di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam merealisasikan program pembangunan sektor pertanian di Papua," ujarnya.

Menurut Fakhiri, pihaknya berharap Papua dapat menjadi salah satu daerah percontohan keberhasilan program cetak sawah nasional dengan tetap mengedepankan keterlibatan masyarakat adat serta menghormati nilai-nilai budaya setempat.

Baca juga: Gubernur Kalteng kawal Program Ketahanan Pangan Nasional

"Saya juga mengajak pemerintah kabupaten, distrik, dan kampung untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang ekonomi yang dapat diperoleh dari sektor pertanian guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

18 ribu hektare

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Lunanka Daimboa mengatakan pihaknya menargetkan pengembangan sawah hingga 18.000 hektare pada 2026.

Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah potensial, seperti Kabupaten Keerom, Jayapura, Waropen, dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan cetak sawah rakyat, yang sebelumnya telah mencapai tahap pembukaan lahan seluas 1.000 hektare pada 2025.

"Untuk 2026, selain melanjutkan penanaman pada lahan 1.000 hektare, kami juga menargetkan cetak sawah baru seluas 18.000 hektare,” katanya.

Baca juga: Kemendagri dan Kementan "cetak sawah rakyat" demi swasembada pangan

Seluruh tahapan program itu, mulai dari identifikasi, hingga pembukaan lahan, dilakukan secara bertahap, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk brigade pangan dan penyuluh pertanian yang melakukan pendampingan rutin di lapangan.

Dengan tambahan perluasan tersebut, total potensi lahan sawah di Provinsi Papua diperkirakan mencapai sekitar 19.000 hektare.

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |