Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis spesialis ganda putra Muhammad Shohibul Fikri bertekad mengakhiri rentetan hasil runner-up saat tampil bersama Fajar Alfian pada HSBC BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2-7 Juni.
Fikri menyadari sejumlah catatan final yang belum banyak berujung gelar dalam beberapa turnamen terakhir. Namun, ia menegaskan hasil tersebut tidak mengurangi tekadnya untuk terus berjuang, termasuk saat tampil di hadapan publik sendiri di Istora.
"Ya saya juga menyadari akan hal itu. Saya sudah beberapa kali final, tapi memang gagal. Dan ya saya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan saya," ujar Fikri dalam konferensi pers jelang turnamen di Jakarta, Senin.
Sejak menjuarai All England 2022 bersama Bagas Maulana, Fikri kerap menembus partai puncak, tetapi lebih sering harus puas sebagai runner-up.
Saat masih berpasangan dengan Bagas, Fikri tercatat tujuh kali finis sebagai runner-up, yakni pada Super 300 Orleans Masters 2023, Super 500 Thailand Open 2023, Super 750 Denmark Open 2023, Super 750 French Open 2023, Super 300 Swiss Open 2024, Super 300 Thailand Masters 2025, dan Super 300 Swiss Open 2025.
Kemudian Fikri berpasangan dengan Fajar dan akhirnya meraih gelar pada Super 1000 China Open 2025.
Namun setelah itu, final tanpa gelar berlanjut sebanyak lima kali masing-masing pada Super 500 Korea Open 2025, Super 750 Denmark Open 2025, Super 750 French Open 2025, Super 500 Australia Open 2025, dan terakhir pada Suoer 750 Singapore Open 2026.
Baca juga: Fajar/Fikri runner-up Singapore Open 2026
Baca juga: Fajar/Fikri genjot persiapan hadapi Singapura Open dan Indonesia Open
Meski demikian, Fikri mengatakan rangkaian hasil tersebut tetap menjadi bagian dari proses yang harus dijalani. Ia mengatakan setiap turnamen memberi pelajaran berbeda, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan ketika memasuki pertandingan penentuan.
"Saya selalu usaha semaksimal mungkin, selalu berdoa," kata pemain berusia 26 tahun itu.
Fikri mengatakan kegagalan pada sejumlah final tidak membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Ia menilai faktor kesiapan, kerja keras, doa, serta rezeki sama-sama memiliki peran dalam menentukan hasil akhir pertandingan.
Bersama Fajar, Fikri datang ke Indonesia Open 2026 dengan modal positif setelah mencapai final Singapore Open 2026. Hasil tersebut menjadi bekal penting bagi keduanya untuk menjaga konsistensi di tengah persaingan ganda putra dunia yang makin ketat.
Tampil di Istora juga memberi tantangan tersendiri. Dukungan publik tuan rumah dapat menjadi tambahan energi, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tekanan lebih besar bagi wakil Indonesia.
Fikri berharap kesempatan tampil di Indonesia Open 2026 dapat menjadi momentum untuk memperbaiki catatan finalnya dan mempersembahkan hasil terbaik bagi pendukung bulu tangkis Tanah Air.
Indonesia Open 2026 akan diikuti 248 atlet dari 22 negara dengan total hadiah 1,45 juta dolar AS (Rp25,8) miliar.
Baca juga: Istora bersolek sambut Polytron Indonesia Open 2026
Baca juga: Indonesia Open jadi momentum hidupkan gairah ekosistem bulu tangkis
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































