Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan dosen-dosen muda perlu lebih banyak terlibat dalam riset kelas dunia agar perguruan tinggi di Indonesia mampu lebih bersaing di tingkat global.
"Perlu penguatan talenta dan regenerasi akademik. Peningkatan jumlah mahasiswa doktor harus ditambah, serta keterlibatan dosen-dosen muda dalam riset kelas dunia adalah kunci keberlanjutan keunggulan akademik," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-76 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Mendiktisaintek menegaskan perlu penguatan kualitas riset dan publikasi berdampak tinggi agar perguruan tinggi di Indonesia dapat bersaing di kelas dunia.
Selain itu para dosen, profesor, maupun guru besar di perguruan tinggi unggul, menurutnya, perlu menggali topik-topik riset yang memiliki keunikan dan relevansi di tingkat global.
Baca juga: Mendiktisaintek: Kualitas riset tentukan persaingan kampus RI di dunia
"Kebaruan riset yang membawa terobosan penting atau breakthrough novelty research perlu ditingkatkan sehingga berdampak pada potensi situasi yang tinggi. Kolaborasi dengan periset kelas dunia, profesor, dan laboratoris harus diperluas, khususnya di bidang-bidang di mana perguruan tinggi memiliki keunggulan di dalamnya, seperti teknologi, sains, kesehatan, energi, keberlanjutan, dan lain sebagainya," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Selain itu, menurutnya, kualitas perguruan tinggi agar lebih bersaing di tingkat global tidak sekadar ditentukan dengan angka mahasiswa asing, tetapi bagaimana jejaring riset global dapat diperluas sehingga kualitas riset di Indonesia bisa lebih diakui dunia.
"Kehadiran guru-guru besar perlu diperluas dalam percakapan akademik dunia. UI misalnya,harus semakin sering tampil sebagai tuan rumah konferensi internasional bereputasi. Para guru besar UI harus semakin sering diundang sebagai pembicara kunci di pertemuan ilmiah global dan pusat pertukaran gagasan global," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Baca juga: Istana: Pemerintah bentuk tim kaji keterhubungan kampus-dunia kerja
Mendiktisaintek juga mengemukakan pentingnya perguruan tinggi membangun keterhubungan dengan dunia industri dan pembangunan nasional.
"Universitas kelas dunia adalah yang risetnya digunakan, inovasinya diterapkan, dan lulusannya menjadi sumber daya manusia unggul yang dipercaya untuk duduk pada posisi-posisi kunci," tutur Mendiktisaintek.
Oleh karena itu, lanjut dia, Kemendiktisaintek berkomitmen untuk hadir sebagai pengungkit, bukan sekadar pembuat kebijakan atau regulator, dengan terus mendorong kebijakan pendanaan riset dan program kolaborasi yang memungkinkan seluruh perguruan tinggi unggulan di Indonesia bisa bergerak lebih cepat dan fokus menuju standar global.
Baca juga: Ratusan rektor kampus teken kontrak kinerja, wujudkan kampus berdampak
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































