Penabrak Jembatan Mahakam tanggung perisai pilar kucurkan Rp27 miliar

5 days ago 7
Pengerjaan fisik di lapangan diawali dengan pemancangan tiang pertama dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan,

Samarinda (ANTARA) - Pembangunan fisik pelindung pilar atau fender Jembatan Mahakam I, Samarinda, mulai digarap dengan kucuran Rp27 miliar dari PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden tabrakan kapal setahun silam.

"Pengerjaan fisik di lapangan diawali dengan pemancangan tiang pertama dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan," kata Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda Muhammad Ridha Rengreng di Samarinda, Jumat.

Proyek ini menjadi titik terang setelah pilar jembatan legendaris di Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut dibiarkan tanpa pelindung sejak ditabrak kapal bermuatan kayu sengon pada Februari 2025.

Ridha menjelaskan bahwa pemasangan konstruksi ini bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melintas di atas jembatan dengan material spesifikasi tinggi.

Baca juga: BBPJN uji kelayakan Jembatan Mahakam usai tertabrak tongkang

Pihak otoritas menjamin kekuatan material fender kali ini mampu meredam benturan keras guna mencegah kerusakan struktur utama jembatan di masa depan.

Selama masa tunggu pembangunan, KSOP bersama Polairud telah mengerahkan kapal tunda untuk melakukan pengawalan ketat terhadap setiap kapal yang melintas di bawah jembatan.

"Langkah preventif ini dilakukan secara masif untuk memastikan tidak ada insiden susulan selama pilar jembatan dalam kondisi rentan tanpa perisai," katanya.

Ridha mensyukuri arus lalu lintas perairan sejauh ini berjalan lancar, baik untuk kapal bermuatan maupun kapal kosong yang melakukan olah gerak.

Baca juga: Pelindo bakal pasang sensor cegah penabrakan ke Jembatan Mahakam

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Teknik Satuan Kerja BBPJN Kaltim Sri Widodo menyebutkan bahwa realisasi proyek ini membutuhkan waktu lama karena tahapan perencanaan yang sangat matang.

"Proses koordinasi lintas instansi, desain teknis, hingga skema kontrak asuransi menjadi alasan mengapa pengerjaan baru bisa dimulai pada akhir Januari 2026," ucapnya.

Widodo menegaskan bahwa seluruh biaya perbaikan ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak perusahaan penabrak melalui klaim asuransi.

Pemerintah menargetkan pembangunan dolphin dan fender ini dapat rampung tepat waktu pada April 2026 agar struktur Jembatan Mahakam I kembali aman sepenuhnya.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |