Jakarta (ANTARA) - Subholding PTPN IV PalmCo memamerkan tiga proyek transformasi sawit rendah emisi yang masuk dalam daftar 40 Proyek Karbon Indonesia yang ditawarkan kepada komunitas global, di ajang Conference of the Parties ke-30 (COP30) Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Belem, Brasil.
“Industri sawit Indonesia kerap menjadi perhatian global. Melalui proyek energi terbarukan melalui pengelolaan limbah seperti biogas yang berbasis circular economy, kami ingin menunjukkan bahwa sawit mampu menjadi bagian dari solusi iklim,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Adapun ketiga proyek tersebut adalah Biogas Cofiring POME di Lubuk Dalam yang telah memperoleh sertifikasi Sistem Perdagangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK), serta dua proyek yang tengah menuju sertifikasi, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pasir Mandoge dan Biogas Cofiring Sei Tapung.
Melalui proyek-proyek itu, limbah cair kelapa sawit (POME) diolah menjadi energi terbarukan yang dapat langsung mengurangi emisi gas rumah kaca.
Baca juga: PalmCo catat produksi CPO meningkat jadi 2,2 juta ton hingga Oktober
Jatmiko mengatakan, partisipasi PalmCo dalam daftar 40 Proyek Karbon Indonesia memberi sinyal bahwa upaya dekarbonisasi sawit mulai bergerak dari skala proyek ke skala industri.
Skema pembiayaan karbon internasional, lanjutnya, membuka peluang baru bagi modernisasi perkebunan, sekaligus meningkatkan daya saing sawit Indonesia di tengah tuntutan pasar global yang semakin ketat.
“Ini bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi wujud kontribusi kami untuk posisi Indonesia dalam diplomasi iklim dunia,” ujar Jatmiko.
Selain itu, ia mengatakan, COP30 juga menjadi panggung bagi PalmCo untuk menyampaikan peta jalan dekarbonisasinya.
Baca juga: Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III-2025
Salah satu proyek strategis yang sedang dikebut adalah pembangunan fasilitas Compressed Bio Methane Gas (CBG), yang kini memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2026.
Energi bersih dari fasilitas tersebut direncanakan dipasok ke PT Pertagas Niaga melalui skema jual-beli jangka panjang dengan model Build-Own-Operate-Transfer.
Proyek CBG merupakan bagian dari 47 inisiatif energi terbarukan yang disiapkan PalmCo hingga 2030, mencakup perluasan pemanfaatan biogas, cofiring, biomassa, biodiesel, dan pembangunan sejumlah PLTBg baru.
“Dengan implementasi penuh peta jalan itu, PalmCo menargetkan penurunan emisi hingga 1.067.760 ton CO2e pada tahun 2030, atau setara penurunan 54,46 persen dibandingkan skenario business as usual,” ujar Jatmiko.
Baca juga: PalmCo dorong UMKM binaan tumbuh lewat pelatihan-akses pasar nasional
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































