Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Pakistan untuk Republik Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri mengajak Presiden RI Prabowo Subianto agar Indonesia dan Pakistan dapat meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi informasi dan pendidikan.
Zahid mengatakan sektor teknologi informasi (TI) merupakan area strategis yang dimiliki Pakistan dan negaranya memiliki kapasitas serta kapabilitas besar dalam pengembangan teknologi.
"Sektor TI merupakan bidang lain yang sangat penting, di mana Pakistan memiliki kapasitas yang memadai dan kami ingin bekerja sama dengan teman-teman Indonesia kami untuk meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi informasi," kata Zahid di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Selain sektor teknologi informasi, Zahid juga menyoroti pentingnya kerja sama pendidikan.
Ia berharap dapat menerima lebih banyak pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di fakultas kedokteran, teknik, maupun teknologi informasi di Pakistan.
"Kami berharap dapat menerima lebih banyak lagi pelajar Indonesia untuk belajar di Pakistan, terutama di perguruan tinggi kedokteran kami, di universitas teknik kami, di universitas teknologi informasi kami, sehingga kami berharap dapat memperluas kerja sama di semua bidang operasi," katanya.
Pakistan merupakan mitra dagang terbesar kedua di Asia Selatan. Total perdagangan Indonesia dan Pakistan mencapai 4 miliar dolar AS per tahun.
Ekspor unggulan Indonesia ke Pakistan yang terbesar adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Sementara Indonesia mengimpor produk, seperti buah-buahan, peralatan bedah, serta peralatan olahraga dari Pakistan.
Baca juga: Dubes Pakistan temui Presiden Prabowo bahas penguatan bilateral
Baca juga: RI-Pakistan tegaskan dukungan untuk Palestina
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia/Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































