Hamilton, Kanada (ANTARA) - Badan-badan intelijen AS meyakini Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, ikut menyusun strategi perang dan negosiasi dengan AS meski belum muncul ke hadapan publik karena masih menjalani pemulihan cedera, CNN melaporkan, Jumat (8/5).
Mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS itu, CNN menyebutkan masih ada ketidakpastian tentang sejauh mana kewenangan Mojtaba Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan AS-Israel menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk ayahnya, Ali Khamenei.
Disebutkan pula, para pejabat AS meyakini Mojtaba Khamenei tetap berkomunikasi lewat utusan yang dipercaya dan pertemuan langsung selama proses pemulihannya dari luka bakar dan luka akibat serpihan peluru.
Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan kondisi sang pemimpin terus membaik.
Mazaher Hosseini, kepala protokol kantor Pemimpin Tertinggi Iran, pada Jumat mengatakan kondisi Khamenei mengalami perkembangan positif dan menepis spekulasi mengenai kesehatannya.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS menyimpulkan kemampuan militer Iran melemah akibat serangan AS, tetapi belum hancur sepenuhnya. Banyak instalasi peluncur rudal Iran masih beroperasi.
CNN juga melaporkan bahwa pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf diyakini menjalankan sebagian besar pemerintahan sehari-hari di tengah berlanjutnya upaya diplomatik dengan pemerintah AS.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pejabat Iran ungkap kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei "sangat baik"
Baca juga: Mojtaba Khamenei tegaskan Iran akan pertahankan teknologi nuklirnya
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































