Kemkomdigi bersama Pemprov Jatim siap cetak 19 ribu talenta digital

5 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menandatangani Adendum Nota Kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk bersama mencetak 19.000 talenta digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengembangan talenta digital merupakan agenda strategis nasional, seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia digital di Indonesia.

“Pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis nasional dan kami senang sekali MoU pertama dengan pemerintah provinsi yang dilakukan dengan Jawa Timur untuk pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Meutya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Kerja sama ini menargetkan pengembangan sekitar 19.000 talenta digital di Jawa Timur sepanjang tahun 2026, yang melibatkan berbagai kelompok mulai dari aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Jawa Timur menjadi pemerintah provinsi pertama yang menjalin kerja sama pengembangan SDM digital secara formal dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Jawa Timur dinilai memiliki ekosistem digital yang kuat dan kolaboratif, melibatkan berbagai unsur mulai dari pesantren, akademisi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ekosistem di Jawa Timur berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan Ibu Gubernur dengan pesantren, dengan akademisi kemudian dengan rumah sakit. Jadi memang tidak ada transformasi digital yang bisa bagus sendiri,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. Menurut Meutya, kondisi ini mendorong penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah sebagai bagian penting dari strategi nasional.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa, Jawa Timur dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target nasional,” tuturnya.

Baca juga: Pentingnya persiapkan anak sebelum akses ruang digital

Meutya menjelaskan program pengembangan talenta digital di Jawa Timur dirancang sebagai bagian dari perjalanan pembelajaran yang berkelanjutan. Skala pelatihan yang diusulkan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas literasi dan kapasitas digital masyarakat.

“Ini bagian dari learning journey (perjalanan pembelajaran) pengembangan talenta digital yang dirancang secara bertahap dan berkelanjutan. Skala program pelatihan yang diusulkan menunjukkan keseriusan Jawa Timur, yakni 19.000 peserta,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa kerja sama juga membuka ruang kolaborasi dengan industri, mitra global, dan komunitas teknologi, termasuk pemanfaatan karya anak bangsa berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab tantangan ruang digital nasional.

“Indonesia salah satu digital market (pasar digital) terbesar di dunia, mereka harus juga kita pastikan tidak hanya beroperasi di Indonesia tapi juga memberikan pelatihan-pelatihan yang cukup bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi-teknologi mereka,” tegas Meutya.

Melalui kemitraan ini, Meutya berharap Jawa Timur dapat menjadi model pengembangan talenta digital daerah, sekaligus mendorong provinsi lain untuk mengambil langkah serupa dalam memperkuat daya saing bangsa di era digital.

Baca juga: Komdigi: Data pribadi wajib dilindungi sesuai undang-undang

Baca juga: Menkomdigi: PP TUNAS Perkuat Peran Orang Tua Lindungi Anak dari Penipuan Digital

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |