Kementan-BUMN bahas rencana hilirisasi gambir asal Sumbar

5 hours ago 5

Kabupaten Padang Pariaman (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) agar memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada petani dan daerah.

"Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian terkait rencana Kementerian Pertanian bersama salah satu BUMN melakukan hilirisasi tanaman gambir dengan membangun pabrik pengolahan di Ranah Minang.

Andi Amran dalam kunjungannya ke Sumbar beberapa kali menyoroti potensi besar tanaman bernama latin uncaria rhynchophylla tersebut. Apalagi, hampir sekitar 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar.

Baca juga: Sumbar kembali ekspor satu kontainer gambir ke India

Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir di Sumbar, Andi yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapasnas) tersebut membenarkan. Namun, ia tidak merinci dimana lokasi pabrik pengolahan akan dibangun.

Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan pemerintah segera membangun pabrik pengolahan gambir di provinsi setempat dalam rangka hilirisasi setelah mendapatkan informasi dari Menteri Pertanian.

Menurut Gubernur, pabrik pengolahan gambir tersebut akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional.

Baca juga: Mendag sebut hilirisasi jadi kunci agar gambir Sumbar mendunia

Selama ini, lanjutnya, Sumbar secara rutin mengekspor gambir ke Asia Selatan terutama ke India dan Pakistan.

Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |