Sumbar-Jakarta buka opsi kerja sama penguatan ketahanan pangan

4 hours ago 6
Kita juga punya cokelat, kopi hingga peternakan yang bisa diserap,

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka opsi kerja sama penguatan ketahanan pangan yang meliputi pertanian dan peternakan.

"Ada beberapa opsi, bisa BUMD atau bisa langsung lewat petani-petani di Sumbar," kata Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Vasko Ruseimy usai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama bidang pertanian hingga peternakan.

Vasko sendiri menyambut baik gagasan kerja sama tersebut. Apalagi, Sumbar sudah swasembada pangan khususnya beras. Artinya, Ranah Minang siap menjalin kerja sama dengan DKI Jakarta terutama penyediaan beras.

Baca juga: Mentan tarik bantuan bila Sumbar tidak sigap tangani dampak bencana

Dalam gambarannya, Vasko menyebut pemerintah provinsi akan memfasilitasi para petani untuk menyuplai pangan terutama beras ke Food Station DKI Jakarta.

Selain itu, Sumbar juga siap menjadi pemasok bawang merah ke Jakarta. Hal ini juga diperkuat keberadaan Kabupaten Solok sebagai salah satu sentra bawang merah nasional.

"Kita juga punya cokelat, kopi hingga peternakan yang bisa diserap," kata dia.

Ia menjelaskan, penjajakan kerja sama kedua belah pihak akan memberikan keuntungan. Di satu sisi, DKI Jakarta mempunyai kekuatan fiskal atau anggaran yang mencukupi namun terkendala lahan pertanian. Sementara, Provinsi Sumbar mempunyai lahan yang luas dan potensial namun terkendala anggaran.

Baca juga: Mentan tegaskan Sumbar harus cepat tangani lahan terdampak bencana

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam kunjungannya ke Sumbar mengatakan, terdapat potensi besar kerja sama ketahanan pangan antara kedua belah pihak.

Apalagi, kata dia, para ahli meteorologi dunia memperkirakan potensi Indonesia terdampak fenomena Godzilla El Nino yang bisa mempengaruhi sektor pertanian nasional.

Ia meyakini kekuatan fiskal yang dimiliki DKI Jakarta akan bisa dikolaborasikan dengan sumber daya pertanian dan peternakan yang dimiliki Ranah Minang. Selama ini, Jakarta membeli beras dari Cianjur dan daerah lain karena keterbatasan.

"Jadi, kalau ada beberapa titik-titik yang bisa menyuplai, kita akan sambut baik," kata dia.

Baca juga: Pemkab Agam dapat kucuran dana pemulihan pertanian Rp28,3 miliar

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |